Nah Loh, 29 Kelompok Gangster di Bekasi Telah Teridentifikasi, Macam-macam Tinggal 'Comot'

Nah Loh, 29 Kelompok Gangster di Bekasi Telah Teridentifikasi, Macam-macam Tinggal 'Comot'

Ilustrasi gangster (Yusup Supriatna - PMJ news)--

BEKASI, FIN.CO.ID -- Polres Metro Bekasi Kota telah mengidentifikasi, sebanyak 29 kelompok gangster di Kota Bekasi, yang diduga menjadi biang kerok sejumlah aksi kejahatan, termasuk tawuran.

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, 29 kelompok tersebut telah teridentifikasi oleh patroli siber dan Tim Perintis Presisi.

(BACA JUGA:Pelaku Spesialis Curanmor Ditangkap di Bekasi, Mengaku Sudah Beraksi di 65 Lokasi)

(BACA JUGA:Terungkap, 6 Tersangka Spesialis Curanmor di 65 Lokasi di Bekasi Kerap Konsumsi Narkoba Sebelum Beraksi)

"Kelompok-kelompok yang patut diduga akan melakukan perbuatan yang dapat membuat gangguan keamanan," ucap AKBP Rama di Bekasi, Selasa 16 Agustus 2022.

Dari 29 anggota kelompok tersebut, pihak kepolisian secara berkelanjutan melakukan cara preventif. Dengan cara mendatangi ketua, dan mencari tahu keberadaan anggota.

"Kita mendatangi mengidentifikasi siapa ketua kelompoknya siapa nama-nama anggotanya tinggalnya di mana kita sudah mendatangi," ungkapnya.

Dari hasil penelusuran pihak kepolisian, sebanyak 3.000 orang telah teridentifikasi memiliki hubungan secara langsung dengan 29 kelompok.

(BACA JUGA:Duh, Halte Sempit Kok Malah Buka Kedai Kopi di Harmoni, Manajemen TransJakarta Tuai Protes)

(BACA JUGA:Intip Yuk, Deretan Foto Paskibraka Cantik yang Bertugas di Upacara HUT RI ke-77 Besok)

Rata rata anggota kelompok tersebut masih berusia remaja, bahkan banyak juga yang masih di bawah umur.

Guna mengantisipasi adanya tawuran, Bhabinkamtibmas dibantu oleh Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota melakukan pendataan terhadap ribuan remaja tersebut.

"Mendata didatangi orang tuanya disampaikan fakta-fakta bawah putranya terlibat ada indikasi ada dugaan akan melakukan sering nongkrong nongkrong," ungkapnya.

Pendataan tersebut juga dilakukan guna peningkatan pengawasan dari orang tua, agar para anak dilakukan pemantauan secara ketat ketika di luar jam sekolah.

Sumber: