Amazing, Tanah dari Bulan Bisa Ditanami Tumbuhan, Astronot Bisa Bercocok Tanam di Sana

Amazing, Tanah dari Bulan Bisa Ditanami Tumbuhan, Astronot Bisa Bercocok Tanam di Sana

Tanaman, Image oleh Pexels dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Sebuah terobosan, para ilmuwan menemukan bahwa tanah yang di bawah astronot dari Bulan, mampu ditumbuhi oleh tanaman.

Seperti dilansir BBC, untuk kali pertama dalam sejarah, para ilmuwan menggunakan tanah dari Bulan, untuk bercocok tanam.

Tanaman yang dimaksud di sini adalah sejenis seledri, yang ditanam dalam wadah kecil, berbarengan dengan seledri yang di tanam dengan tanah dari Bumi.

(BACA JUGA:Pemburu UFO Ini Klaim Temukan Markas Alien di Bulan, Benarkah Itu?)

Setelah dua hali berlalu terlihat bagaimana ternyata tanah dari bulan, yang dibawa dari beberapa misi ke Bulan mampu ditumbuhi oleh tanaman dari Bumi.

Meski begitu, efek yang dihasilkan tanaman yang ditanam pada tanah Bulan, tidak menunjukan pertumbuhan yang sama baiknya, dengan tanah dari Bumi.


Sampel Seledri yang Ditanam dengan Tanah dari Bulan (kanan), Image Credit: UF/IFAS

Jika sejenis seledri yang digunakan pada percobaan ini tumbuh lebih mekar dan besar setelah enam hari,  seledri yang ditanam pada tanah Bulan, terlihat terhenti perkembangannya  dan terkesan bantet.

Kendati demikian, hasil ini tetap dianggap membanggakan, karena para ilmuwan dapat belajar bagaimana caranya menumbuhkan tanaman, di area dengan tingkat stress tinggi, dalam hal ini di luar Bumi.

"Temuan ini penting bagi misi eksplorasi jangka panjang NASA yang melibatkan manusia," kata bos NASA, Bill Nelson seperti dikutip FIN dari BBC.

Dengan begitu, lanjut dia, astronot diharapkan mampu mengembangkan sumber makanan mereka sendiri, ketika harus beroperasi pada misi perjalanan luar angkasa.

Tidak cuma untuk para astronot, temuan ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan umat manusia, untuk bercocok tanam, khususnya di negara-negara yang kekurangan bahan pangan.

Sekedar informasi, antara akhir tahun 60 dan awal 70an, para astronot mampu membawa pulang beberapa sampel dari Bulan.

Di antaranya batu dari permukaan Bulan seberat 328 kg, kerikil, pasir, debu dan beberap sampel penting.

Sumber: