Lasik Smile

fin.co.id - 05/07/2025, 09:49 WIB

Lasik Smile

Dahlan Iskan.

Ternyata hegemoni Amerika bisa dikalahkan. QRIS akhirnya bisa menang melawan Visa dan Mastecard. Betapa pusingnya mereka saat ini dengan hadirnya QRIS. Saya sedang membayangkan andaikan QRIS bisa digunakan di Arab Saudi, digunakan oleh jamaah Umrah dan Haji. Kita tambah menang banyak, uang jamaah akan muter hanya di bank bank milik Indonesia. Ini mirip wechatpay di china, yg digunakan oleh turis turis mereka saat ke Bali. Mereka belanja souvenir khas Bali dengan wechat pay, di toko toko milik china, dan diproduksi oleh china sendiri. Turis Nol Devisa disebutnya. Disway juga bisa fenomenal QRIS. Jujurly saya tidak pernah membaca berita di Disway. Hanya CHDI yg saya baca tiap pagi. Disway akan seperti QRIS, jika berita-berita yg disajikan semenarik CHDI. Selamat ulang tahun Disway.

Suharno Maridi

Sy termasuk yg sepakat bahwa karya semacam QRIS termasuk amal jariah. QRIS merupakan revolusi dalam dunia keuangan dan sejatinya bermanfaat serta memberi pertolongan kepada siapapun. Selama ini amal jariah yg paling dikenal oleh masyarakat kita adalah mengisi kencleng masjid atau bentuk sumbangan ke masjid lainnya. Pendakwah2 kita sangat gencar "kampanye" u amal jariah yg satu itu. Tentu tidak salah, hanya para pendakwah perlu lebih gencar menyampaikan tafsiran amal jariah menjadi segala sesuatu yg bermanfaat bagi publik untuk jangka panjang. QRIS, reboisasi, pengelolaan sampah dan banyak lagi. Agar kita tidak menjadi bangsa yg salah asuhan, orang shaleh kok nyampah, kok menggunduli hutan, kok korupsi. Maka ada yg membuat miris. Pada setiap kasus korupsi di indonesia, yg memang mayoritas pelakunya muslim ada saja yg sebagian hasil korupsinya nyelonong ke masjid atau lembaga sosial keagamaan. Maka rata2 pelaku korupsi dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai orang yg baik, gemar bersedekah dan rajin beribadah pula. Bisa jadi ini merupakan tindakan kamuflase atau pencitraan.

Lagarenze 1301

Selamat ulang tahun, Harian Disway. Saya baca tulisan Gunawan Sutanto di Harian Disway edisi hari ini. Tentang SureFive. GS membuka beberapa data terkait disway.id. Data yang merekam kinerja disway.id dengan puluhan subdmain. Patut diapresiasi. Karena secara kinerja disway.id sudah memberikan harapan. Ada titik terang di depan. Lalu, bagaimana dengan Harian Disway, yang berulang tahun? Patut dimaklumi jika data tentangnya tidak dibuka. Mungkin secara kinerja belum begitu menggembirakan. Dari sisi oplah, wilayah edar, interest pembaca, karakteristik pembaca, dan lainnya. Kalau soal untung atau rugi Harian Disway, biarlah manajemen Harian Disway saja yang tahu. Oh, iya, saya jadi penasaran, berapa views rata-rata per hari Catatan Harian Dahlan di disway.id?

Edi Susanto

Kalau QRIS bisa, kenapa kartu EDC belum bisa? Saat ini kalau kita bayar belanja pakai kartu, akan ditanya kartunya apa? Beda kartu, beda mesin EDC'nya. Kenapa musti begitu? Di Belanda -tanpa bermaksud membandingkan- mesin EDC ini cuman satu, dan bisa menerima semua jenis kartu. Bahkan kartu dari luar negeri sekalipun. Simpel.

Lagarenze 1301

Kalau pulang kantor, saya melewati penjual sate di tepi jalan. Seringkali terbit selera. Tapi, tak jadi mampir karena tak bawa uang tunai. Belakangan ini saya memang sudah jarang bawa uang tunai, kecuali sejumlah uang kertas pecahan Rp 2.000 di sudut dashboard. Jika ada keperluan mendesak, tinggal cari ATM terdekat. Ambil uang pun tak perlu pakai kartu ATM. Bisa dengan "tarik tunai tanpa kartu" via ponsel. Suatu ketika, dengan persiapan uang di dompet, saya mampir di warung sate tersebut. Setelah makan, hendak bayar, saya melihat beberapa pembeli melakukan scanning barcode di sisi luar gerobak. Saya jadi bego sendiri. Ternyata, penjual sate Cak Yusuf ini sudah menyediakan layanan pembayaran dengan QRIS. Sudah lama. Dan, saya baru tahu.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID