Lasik Smile

fin.co.id - 05/07/2025, 09:49 WIB

Lasik Smile

Dahlan Iskan.

SUDAH "QRIS MINDED"...? Di Jakarta, saya tinggal di "semi apartemen" yang dikelilingi 12 gedung perkantoran di atas 40 lantai. Karena itu, jadinya full rumah makan besar dan juga warung kecil, "street food", baik Warteg maupun warung "buryam". Meski kelas warung, semua menerima pembayaran via QRIS. Karena itu wajar kalau QRIS laris manis. Ini angkanya plus growthnya.. 1) Tahun 2023, transaksi tahunan mencapai 1,6 milyar transaksi, dengan nilai Rp 229,96 trilyun. 2). Tahun 2024, transaksi tahunan 2,2 milyar transaksi, dengan nilai Rp 242 trilyun. 3). Tahun 2025, hanya Januari - Maret saja, sudah 2,6 transaksi, dengan nilai Rp 262,1 trilyun. Berarti diprediksi, nilai tahunannya akan mencapai angka di atas dikali 4, yaitu: Jumlah transaksi 10,4 milyar. Dengan nilai sampai Rp 1.048 trilyun. (Baca: lebih dari Rp 1 ribu trilyun. Dahsyat). ### Rata-rata "harian" tahun 2025 adalah: Transaksi: 28,5 juta transaksi. Senilai Rp 2,8 trilyun. Pantaslah negara besar khawatir..

Er Gham 2

Sekarang harus juga berhati-hati jika pembeli barang menunjukkan screen 'Pembayaran QRIS telah berhasil'. Itu bisa juga palsu. Si pembeli telah mempersiapkan screen palsu, seolah-olah dia telah melakukan pembayaran melalui QRIS. Sekarang banyak pedagang tetap melakukan pengecekan pada mutasi rekening online, untuk pastikan screen bayar QRIS telah sesuai dengan mutasi rekening. Terutama jika harga barang cukup mahal. Ternyata, tidak hanya Ijazah Palsu. Screen bayar QRIS juga bisa dipalsukan.

Lagarenze 1301

Bukan endorse. Saya ingin berterima kasih kepada GoPay. Dengan aplikasi ini, selain untuk bayar ini-itu, saya bisa transfer ke bank ataupun ke sesama akun Gopay dan ke wallet lain. Dengan gratis. GoPay (yang sudah Plus) bisa transfer ke bank mana saja, tanpa biaya, 100 kali dalam sebulan. Batas maksimal transfer Rp 20 juta per transaksi. Kalau transfer antarbank, dengan BI Fast biayanya Rp 2.500. Kadang ada transfer antarbank yang tidak bisa BI Fast, kenanya Rp 6.500. GoPay sangat praktis untuk transaksi keuangan harian. Misalnya, jika istri merayu mau beli ini-itu dengan alasan yang selalu sama: saldo di Brimo-nya tidak cukup. Atau, anak wedok di Malang merengek kehabisan uang bulanan, padahal dia hanya mau beli baju di Shopee.

Jadwal Sholat Pro

Sepertinya, orang Amrik pun orang Jepun bukannya ga mampu bikin semacam QRIS. Tapi sistem pembayaran yang ada, yang didominasi oleh kartu-kartuan, tentu tak akan tinggal diam untuk membabat ide men QR kan negara mereka. Ini persis sama dengan alasan kenapa moblis di kedua negara tersebut agak cenderung kurang di dukung. Karena pabrikan mobil minyak ga akan membiarkan ide moblis menghancurkan mereka.

heru santoso

Beberapa tahun lalu saat di China saya tergagap dengan kemajuan cashless disana. Semua pembayaran cukup scan layar HP. Alipay dan Wepay penguasanya. Swasta. Awal munculnya OVO, saya berharap akan mengikuti cashless nya China. Kemudian setiap Bank ngeluarin produk dompet digital. Punya himbara disatukan ke Linkaja. Produknya bagus, konsepnya biasa bagus. Pasar lebih memilih QRIS. Ini bukan hanya bagus, namun LUARBIASA. Tanpa batas. Konsumen tidak perlu mindahin dulu uangnya ke dompet digital (death money). Flexible antar bank apapun. Praktis tidak perlu mesin (EDC) apapun. Solusi cashless di Indonesia atas kehadiran pemerintah (BI). Kehadiran cashless di China oleh dua korporat swasta. Indonesia lebih hebat (kadang).

Juve Zhang

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID