Petugas Damkar Gugur, Gubernur Pramono Anung Ngamuk Seret Pengelola TPS Liar!
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil sikap tegas pasca-insiden kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar Jalan Penggilingan Baru, Kramat Jati, Jakarta Timur.
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil sikap tegas pasca-insiden kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar Jalan Penggilingan Baru, Kramat Jati, Jakarta Timur. Kebakaran hebat tersebut merenggut nyawa Andriyono, seorang personel Dinas Gulkarmat DKI Jakarta saat bertugas.
Guna menuntut pertanggungjawaban, Pemprov DKI memburu kelompok pengelola lahan ilegal tersebut untuk menanggung kompensasi dan seluruh kerugian yang ditimbulkan.
"Maka untuk itu saya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait, besok kita akan memberikan kompensasi biaya yang harus ditanggung oleh kelompok itu. Sebab mereka bukan perorangan, mereka ada kelompoknya," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.
Pramono menginstruksikan penutupan permanen lokasi tersebut. Pemprov DKI juga bersiap mempublikasikan identitas perusahaan yang terbukti membuang sampah secara ilegal sebagai bentuk sanksi sosial.
"Kalau memang masih dilakukan, selain kami kenakan mereka harus bayar, kami akan umumkan kepada publik mengenai perusahaan ini siapa yang melakukan penimbunan," ujarnya.
Sasar Sektor Horeka dan Bakal Disulap Jadi Waduk
Penyidikan mengungkapkan bahwa penyedia jasa nakal ini memungut sampah dari sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) demi keuntungan pribadi, lalu membuangnya sembarangan. Pemerintah menegaskan akan menindak pelaku usaha yang menggunakan jasa pembuangan ilegal tersebut.
"Enggak boleh lagi Horeka itu menugaskan kepada perusahaan-perusahaan yang seperti ini," tegasnya.
Untuk memutus rantai penyalahgunaan lahan, Pemprov DKI berencana mengubah area bekas TPS liar tersebut menjadi sarana penampungan air demi mengantisipasi banjir.
"Iya, kita akan (jadikan waduk)," ujarnya.
Baca Juga
Selain itu, menyikapi tingginya risiko kebakaran akibat musim kemarau kering El Nino, Pemprov DKI menjajaki kerja sama dengan BPBD dan BNPB untuk mengupayakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Kalau memang ada awan, pasti Jakarta akan melakukan modifikasi cuaca," pungkasnya.
Cahyono/Disway