Stimulus UMKM Dikeluhkan Belum Merata

Stimulus UMKM Dikeluhkan Belum Merata

JAKARTA - Pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Akumindo) mengeluhkan kebijakan pemerintah terkait stimulus di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) belum merata. "Selain stimulus, kelompok yang dapat bantuan sosial juga hanya yang ultra mikro saja. Sedangkan yang mikro, kecil dan menengah enggak kebagian kebijakan," ujar Ketua Umum Akumindo, Ikhsan Ingratubun, kemarin (15/4). Dengan demikian, menurut dia, dalam kebijakan tersebut terjadi ada tebang pilih. Ia mencontohkan, dalam pembebasan bayar listrik yang kepada usaha mikro saja, sedangkan usaha menengaha dan kecil tak mendapatkan insentif tersebut. Padahal, lanjut dia, yang terdampak wabah corona tak hanya industri ultra mikro saja, namun semua tergolong UMKM merasakan dampaknya. Misalkan, kata dia, di Negeri Jiran semua semua masyarakat tanpa terkecuali mendapatkan potongan listrik 50 persen. "Di tengah perintah PSBB, negara harus hadir," ucap dia. Sementara itu, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ariyo Irhamna menilai, konsep pemerintah terkait pemberian stimulus terhadap pelaku UMKM masih belum matang digarapnya. "Pemerintah terlihat masih bingung terkait skema insentif untuk UMKM selama pandemi," kata dia kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (15/4). Karenanya, ia menyarankan, pemerintah bisa menjalin kerja sama dengan ojek online (ojol) dalam pemberian insentif tersebut. Sehingga akan berjalan dengan cepat dan merata. "Saran saya, UMKM terutama yang mikro dan kecil harus diberikan insentif berupa bantuan langsung tunai kebutuhan pokok, teknis distribusi bisa bekerja sama langsung dengan ojol, bukan aplikator ojol," papar dia. Mengenai hal ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta stimulus khusus untuk UMKM yang terkena dampak virus corona segera diberikan. Apalagi terkait soal penambahan modal harus segera dilaksanakan. Terkait hal itu, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop dan UKM) Teten Masduki mengatakan, pihaknya akan memberikan stimulus bagi UMKM yang masih bisa bertahan. Bahkan yang masih bisa berjualan sesuai dengan permintaan pasar, seperti di kuliner, konveksi yang banting setir ke produksi Alat Pelindung Diri (APD). "Kemudian yang tidak bisa berusaha lagi, kita akan masukkan ke bantuan sosial dan permintaan pasarnya juga kita naikkan," ujar dia pada telekonferensi di BNPB, Rabu (15/4). Selain itu, Kemenkop dan UKM juga sudah menerbitkan katalog produk UMKM untuk APD. Di mana ada 60 APD yang sudah diproduksi oleh PT Daruma Adira Pratama sebagai buyer untuk membantu distribusi penjualan para UMKM yang memproduksi APD. Maka itu, lanjut dia, UMKM yang masih bisa bertahan dan masih bisa berjualan adalah salah satunya yang produksi alat kesehatan. Pihaknya juga membantu dari mulai pembiayaan, pendampingan bagaimana mereka bisa produksi.(din/fin)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: