Mati Besok

fin.co.id - 17/06/2026, 05:27 WIB

Mati Besok

Ilustrasi ketika perdamaian menjadi denyut harapan baru bagi ekonomi yang nyaris kolaps.--

Pakistan memang sudah di pojok ring. "Dengan perdamaian itu sudah pasti kita selamat," ujar Menkeu Pakistan Muhammad Aurangzeb, yang mewakili perdana menteri di parlemen di sana Senin lalu.

"Sekarang kita ibarat pasien yang sudah keluar dari ICU," katanya. "Sebelum perdamaian itu Pakistan tinggal menunggu kematian. Bisa besok, bisa lusa," tambahnya.

Dengan perdamaian Amerika-Iran itu Pakistan langsung optimistis ekonominya bisa tumbuh tujuh persen. "Kini kemampuan Pakistan dikenal di seluruh dunia," ujar Menkeu.

Tapi pertumbuhan tujuh persen itu bukan hanya karena tidak ada lagi perang. Usaha lainnya adalah: menurunkan pajak. "Pajak tinggi membuat pengusaha menggelapkan pajak. Pemerintah akan membuat pengusaha bangga saat membayar pajak," katanya.

Pakistan tetap optimistis Jumat lusa perdamaian itu ditandatangani di Geneva, Swiss. Dari Iran yang akan tanda tangan adalah ketua parlemennya Mohammad Bagher Qalibaf. Ia orang kuat Iran. Pernah jadi panglima angkatan udara, panglima polisi, dan wali kota Teheran. Qalibaf-lah yang selama ini menjadi ketua tim negosiasi.

Dari pihak Amerika belum tentu Presiden Donald Trump yang hadir. Hampir pasti Wapres JD Vance yang ke Geneva. Tentu lihat-lihat respons dunia. Bila sangat menguntungkan bisa saja Trump sendiri yang ke sana. Hanya enam jam penerbangan.

Terserahlah. Yang penting damai. Agar negeri seperti Indonesia yang masih sakit tidak sampai menderita komplikasi.(Dahlan Iskan)

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca