Indonesia Terancam Kekeringan! BMKG: El Nino Kuat Bertahan hingga 2027

fin.co.id - 01/08/2026, 21:24 WIB

Indonesia Terancam Kekeringan! BMKG: El Nino Kuat Bertahan hingga 2027

Ilustrasi tanah retak di musim kemarau. (istimewa)

fin.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan serius terkait ancaman kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) yang diperkirakan masih membayangi Indonesia hingga awal 2027.

Fenomena El Nino kategori kuat diprediksi masih akan berlangsung hingga kuartal pertama tahun depan, sehingga berpotensi memperpanjang musim kemarau di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut diperkirakan semakin kompleks karena adanya potensi aktifnya Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada periode September hingga Desember 2026.

Kombinasi kedua fenomena iklim ini berisiko memperparah kekeringan, meningkatkan jumlah titik panas, serta memperbesar peluang terjadinya kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah rawan.

Melihat potensi tersebut, BMKG mengambil langkah mitigasi dengan memperluas pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah prioritas sebagai upaya mengurangi dampak bencana hidrometeorologi.

"BMKG mengambil langkah proaktif dengan memperkuat dan memperluas OMC sebagai bentuk komitmen mitigasi bencana hidrometeorologi secara terpadu di Indonesia," ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.

Musim Kemarau Makin Meluas,

Data BMKG hingga pertengahan Juli 2026 menunjukkan musim kemarau telah meluas di berbagai wilayah Indonesia.

Sebanyak 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 54,5 persen wilayah daratan Indonesia telah memasuki musim kemarau. Sementara 77 ZOM masih mengalami musim hujan dan 113 ZOM berada pada wilayah dengan karakteristik satu musim.

BMKG memproyeksikan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026, yang mencakup hampir 49 persen wilayah Indonesia. Setelah itu, musim kemarau diperkirakan masih berlanjut pada September dengan cakupan sekitar 25 persen wilayah daratan.

Yang menjadi perhatian, sebagian besar wilayah diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Bahkan, sebanyak 437 Zona Musim atau hampir separuh wilayah Indonesia diperkirakan mengalami durasi kemarau yang lebih panjang daripada biasanya.

Salah satu indikator meningkatnya ancaman kekeringan adalah bertambahnya jumlah Hari Tanpa Hujan (HTH).

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Pimred FIN.CO.ID