Neo Pop

fin.co.id - 07/06/2026, 05:37 WIB

Neo Pop

Orang awam menyebut warna seperti itu warna "neon" meski sebutan itu sebenarnya kurang pas. Bagi yang hobi mancing warna itu juga sudah familiar: ditaruh di dekat umpan. Polisi juga biasa pakai rompi dengan warna fluorescent.

Bahwa lukisan Daniel sempat disangka karya anak-anak itu karena pop art-nya itu. Warna-warninya mencolok. Pop art lahir dari pengakuan atas karya-karya komersial dalam bentuk iklan, anime, komik, dan sebangsanya.

Karya itu lantas menjadi inspirasi bagi seni lukis dan pelukis mengangkatnya menjadi karya seni. Aliran pop art kali pertama muncul di Jepang dan negara Asia timur lainnya.

Kian lama unsur seninya kian dominan sehingga rasa komersialnya lenyap: jadilah neo pop art seperti yang dilakukan Daniel. Datanglah sendiri ke Disway di Jalan Walikota Mustajab 76, Surabaya.

Meski mulai dibuka kemarin, hari ini masih buka –sampai dua minggu mendatang (19 Juni 2026).

Saya pun ingin tahu lebih banyak siapa si nDugHal. Saya ajak Daniel makan malam. Perjalanan ke-ndugal-annya pun ia ceritakan semua. Termasuk dari negara mana saja mantan-mantan istrinya.

"Kok orang-orang bule itu bisa jatuh cinta dengan pelukis dari Indonesia ya?" tanya saya bernada iri.

"Saya kan ganteng....," jawabnya.

Itu tidak benar. Rasanya saya lebih ganteng. Kemarin itu saya tidak melihat kegantengannya sama sekali. Rambutnya awut-awutan meski sudah dikuncir di belakang kepala. Badannya ceking. Kalau berjalan kurang tegak. Lama saya memandang wajahnya yang seperti kurang tidur.

Rupanya ia merasa bahwa saya meragukan kegantengannya. Maka ia keluarkan kaca mata seninya. Ia pakai. Wow! Benar. Dengan kacamata itu ia ganteng sekali. Saya pun tidak merasa iri lagi. Ia memang lebih ganteng dari saya. Dengan kacamata itu saya pun ingat penyanyi shuffle LMFAO.

Ternyata Daniel mulai ndugal sejak remaja. Mungkin karena ayahnya meninggal saat ia masih SD. Sang ayah seorang pedagang. Di kota Klaten, Jateng.

Marganya Guo –yang kalau di Fujian disebut Khoe dan di Indonesia jadi Kho. Daniel delapan bersaudara, sebelum bungsu. Kakak sulungnya kuliah di ITB, jurusan farmasi. Ibunda Daniel berarti wanita luar biasa. Harus mengurus delapan anak. Sukses semua.

Si anak sulung, kelak, setamat ITB jadi orang sangat sukses. Anda tahu namanya. Anda juga sering menggunakan jasanya: Andi Wijaya, pendiri Prodia –lab terbesar di Indonesia yang sudah melantai di pasar modal.

Adik bungsunya juga jadi pelukis terkenal: Antonius Kho. "Awalnya saya justru kenal adiknya itu," ujar Wahyudin, kurator pameran ndugHal itu. Tentu Hendro Tan juga kenal Daniel. Hendro sering ke Bali. Ke Ubud. Ke rumah Daniel yang sekaligus sanggar lukisnya. Daniel sekarang memang menetap di Bali.

Setelah suami meninggal, sang ibu pindah ke Bandung. Semua anaknyi dibawa pindah ke Bandung. Daniel menamatkan SMA-nya di SMA Kristen BPPK Bandung. Suasana politik tahun 1970-an belum stabil. Sebagai Tionghoa ia merasa kurang nyaman.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca