Cerita Pendakian Gunung Ceremai: Menembus Kabut Keraguan

fin.co.id - 29/11/2025, 16:43 WIB

Cerita Pendakian Gunung Ceremai: Menembus Kabut Keraguan

Ketika pagi akhirnya tiba, dingin yang menggigit belum juga reda sejak semalam. Embun menggantung di bibir tenda, menetes perlahan seperti detak halus alam yang membangunkan kami dari istirahat yang tidak begitu lelap.

Namun, di sela kabut tipis yang merayap turun dari pepohonan, seberkas cahaya jingga perlahan merayap di balik lereng.

Ya, sunrise itu seperti genit menggoda dan memanggil-manggil namaku untuk segera bangkit, seakan berkata, “Ayo, lihatlah keajaiban hari ini,”

Tanpa pikir panjang, hawa dingin yang menusuk tak lagi kupedulikan. Aku berlari kecil melewati batu-batu yang basah, ranting yang berserakan, dan jalur yang semalam begitu menyeramkan.

Kini semua tampak berbeda. Jalur itu seakan tersenyum, mempersilakan langkahku menuju puncak.

Setiap helaan napas terasa putih, menari di udara yang beku. Namun rasa lelah tertutup oleh desakan kuat untuk segera melihat apa yang sedang menunggu di atas sana.

Aku mempercepat langkah, hingga akhirnya hamparan langit terbuka luas di hadapanku.

Dan di situlah aku berdiri di puncak Ceremai, dengan tubuh yang masih dipenuhi sisa-sisa dingin, tetapi hati yang tiba-tiba hangat.

Ya Allah, Maha Kuasa atas segala ciptaan. Indahnya sungguh luar biasa. Di depan mataku, gulungan awan membentang seperti lautan putih yang luas, lembut, dan tak bertepi.

Mentari muncul perlahan dari balik cakrawala, menyepuh semua permukaan awan dengan warna emas yang memukau.

Rasanya seperti berada di negeri di atas awan tempat yang hanya kerap kulihat di foto-foto, namun kini kusaksikan sendiri dengan mata kepala.

Angin pagi berhembus perlahan, seolah membisikkan bahwa semua perjuangan lelah, takut, dingin, jalur curam, bahkan rasa was-was di jalur Kuburan Kuda semuanya terbayar lunas di momen ini.

Tak ada suara lain selain detak jantungku yang masih berpacu dan lirihnya angin yang mengusap puncak. Teman-teman menyusul di belakangku, namun untuk beberapa menit aku membiarkan diriku larut dalam kesunyian yang indah ini.

Rasanya dunia berhenti berputar, menyisakan hanya aku dan kebesaran ciptaan-Nya!

Cerita Pendakian Gunung Ceremai

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID