Sunan Kalijaga Berdakwah dengan Wayang, Gus Baha: Dia Mantan Preman Jadi Wali, Tidak Tahu Hukum Islam

Sunan Kalijaga Berdakwah dengan Wayang, Gus Baha: Dia Mantan Preman Jadi Wali, Tidak Tahu Hukum Islam

Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha-YouTube-Narasi

JAKARTA, FIN.CO.ID- Penceramah Nahdatul Ulama (NU), Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengatakan Wali Songo menggunakan Wayang dalam berdakwah dan menyiarkan Islam di Nusantara.

Saat itu, Wayang yang dipakai adalah Wayang Thengul yang berbentuk patung manusia. Ulama Wali Songo yang menggunakan patung ini adalah Sunan Kalijaga. 

"Sunan Kalijaga itu saking inginnya berdakwah, sampai membuat wayang Thengul, itu wayang berbentuk orang," kata Gus Baha dalam sebuah video ceramahnya, dilansir Kamis 18 Februari 2022.

(BACA JUGA:Sandy Tumiwa Resmi Laporkan Ustad Khalid Basalamah Terkait Wayang)

Sementara di dalam Islam, patung berbentuk makhluk hidup dilarang. 

Menurut Gus Baha, Sunan Kalijaga menggunakan Wayang Thengul yang berbentuk manusia untuk berdakwa karena ketidaktahuannya tentang hukum-hukum Islam.

Sebab, Sunan Kalijaga adalah seorang mantan preman yang menjadi Wali. 

"Sunan Kalijaga agak tidak tahu hukum (Islam) karena mantan preman jadi Wali," kata Gus Baha.

Sementara itu, Sunan Giri menghukumi haram bermain Wayang. Sebab Wayang Thengul menyerupai makhluk hidup seperti manusia. 

Perbedaan pendapat antara Sunan Giri dan Sunan Kalijaga, diselesaikan oleh Sunan Kudus yang lebih alim dan berilmu. 

(BACA JUGA:Gus Baha Bilang Sunan Giri Haramkan Wayang, Tokoh NU: Ada yang Berani Bantah?)

"Akhirnya ditengah-tengah oleh Sunan Kudus yang lebih alim," jelas Gus Baha.

Sunan Kudus mengusulkan agar Wayang Thengul yang menyerupai manusia itu dibuat tipis, hingga tidak lagi berbentuk patung. Akhirnya jadilah Wayang kulit. 

"Wayang ini dipeokan saja, terus jadi wayang kulit. kalau wayang Tenghul itu berbentuk patung. Tapi kalau rata seperti kulit, sudah tidak bisa kasih nyawa, orang sudah penyet (tipis)," papar Gus Baha.

Sumber: