Thomas Tuchel Diserang Habis-habisan, Sudah Unggul 1-0 Malah Ubah Strategi Bertahan, Akhirnya Keok dari Argentina

fin.co.id - 16/07/2026, 08:11 WIB

Thomas Tuchel Diserang Habis-habisan, Sudah Unggul 1-0 Malah Ubah Strategi Bertahan, Akhirnya Keok dari Argentina

Pemain Inggris usai cetak gol ke gawang Argentina (fifa.com)

fin.co.id - Timnas Inggris harus mengubur mimpi tampil di final Piala Dunia 2026 setelah takluk 1-2 dari Argentina pada laga semifinal.

Kekalahan ini memicu gelombang kritik terhadap pelatih Thomas Tuchel yang dinilai terlalu cepat menginstruksikan timnya bermain bertahan saat masih banyak waktu tersisa.

Padahal, The Three Lions sempat berada di atas angin usai mencetak gol lebih dulu. Namun, alih-alih terus menekan lawan, Inggris justru memilih merapatkan lini belakang dan menyerahkan kendali permainan kepada Argentina.

Keputusan itu menjadi titik balik pertandingan. Tim Tango semakin leluasa menguasai bola, terus menekan pertahanan Inggris, hingga akhirnya berhasil mencetak dua gol balasan untuk memastikan tiket ke partai final.

Hasil tersebut membuat Argentina melangkah ke laga perebutan gelar juara, sedangkan Inggris kembali gagal mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali menjadi juara dunia pada 1966.

Inggris Terlalu Cepat Panik

Mantan kapten Inggris, Wayne Rooney, menilai perubahan strategi setelah unggul menjadi kesalahan terbesar yang dilakukan Thomas Tuchel.

Menurutnya, Inggris justru kehilangan keberanian saat seharusnya terus menekan Argentina yang sedang berada di bawah tekanan.

"Inggris panik. Anda tidak boleh unggul 1-0 lalu menyerah. Anda harus tetap menyerang. Argentina-lah yang berada di bawah tekanan," kata Rooney.

Rooney juga menilai keputusan yang diambil Tuchel sepanjang pertandingan justru menjadi bumerang bagi Inggris.

"Kita harus jujur, keputusan-keputusan yang dibuat Thomas Tuchel telah merugikan Inggris," sambungnya.

Ia menilai perubahan pendekatan itu membuat Inggris kehilangan momentum, sementara Argentina perlahan mengambil alih kendali permainan hingga mampu membalikkan keadaan.

Kritik serupa juga datang dari mantan kiper Timnas Inggris, Joe Hart. Ia menilai pergantian strategi menunjukkan Tuchel tidak sepenuhnya yakin dengan kemampuan timnya mempertahankan permainan menyerang.

"Thomas Tuchel menunjukkan bahwa dia tidak percaya kepada timnya setelah mereka unggul 1-0," ujar Hart.

Setelah beralih ke pola permainan yang lebih defensif, Inggris kesulitan keluar dari tekanan. Serangan balik nyaris tak berkembang karena aliran bola ke lini depan terputus, sementara Argentina terus menggempur pertahanan mereka.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca