Inggris Mau Bikin Rudal Balistik Baru, Harganya Rp19,42 Miliar Per Unit!

fin.co.id - 16/07/2026, 22:58 WIB

Inggris Mau Bikin Rudal Balistik Baru, Harganya Rp19,42 Miliar Per Unit!

Inggris kembangkan rudal balistik baru lewat proyek "Nightfall" dengan jangkauan 500 km.

fin.co.id – Pemerintah Inggris berencana mengembangkan rudal balistik baru dan siap memasok senjata taktis tersebut ke Ukraina pada tahun 2027 mendatang. Bloomberg melaporkan kabar ini pada Kamis, 16 Juli 2026, dengan mengutip pernyataan dari beberapa sumber tepercaya yang mengetahui isu strategis tersebut.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa pihak Inggris telah menandatangani kontrak kerja sama dengan sejumlah perusahaan pertahanan guna merancang rudal balistik pertama mereka dalam lebih dari lima dekade terakhir. Pihak kementerian menargetkan proyek ambisius ini dapat rampung sepenuhnya pada akhir tahun depan.

Menurut keterangan sumber Bloomberg, Kementerian Pertahanan Inggris sengaja menyesuaikan spesifikasi teknis rudal baru tersebut demi mempercepat proses pengembangannya.

Melalui penyesuaian parameter ini, militer Inggris berharap dapat segera mengirimkan pasokan senjata mutakhir tersebut ke Ukraina pada tahun 2027. Pemerintah Inggris sendiri memberi nama sandi "Nightfall" untuk program pengembangan senjata taktis ini.

Spesifikasi Tempur dan Parameter Teknis Rudal "Nightfall"

Pihak pengembang menjadwalkan uji coba perdana untuk senjata ini akan mulai berjalan dalam kurun waktu 12 bulan ke depan. Sementara itu, proses pengiriman unit rudal ke medan tempur Ukraina rencananya berlangsung pada akhir tahun 2027.

Setelah menggelar serangkaian negosiasi intensif dengan para perwakilan industri pertahanan, Kementerian Pertahanan Inggris akhirnya menyepakati penyesuaian parameter teknis rudal tersebut. Senjata baru ini memiliki kemampuan jangkauan target sejauh 500 kilometer, bobot hulu ledak seberat 200 kilogram, serta batas biaya produksi maksimal sebesar 800.000 poundsterling (atau sekitar Rp19,42 miliar) per unitnya.

Selain memiliki daya hancur yang presisi, para insinyur merancang "Nightfall" agar fleksibel di medan laga. Platform ini dapat meluncur dari berbagai jenis kendaraan tempur, mampu menembakkan beberapa rudal secara berturut-turut dalam waktu singkat, serta tetap beroperasi secara efektif meskipun berada dalam kondisi gangguan elektronik (jamming) yang kuat dari musuh.

Reaksi Keras Rusia Terhadap Pasokan Senjata NATO

Langkah militer Inggris ini tentu memicu respons dingin dari pihak lawan. Rusia telah berulang kali menyatakan bahwa pasokan senjata dari negara-negara Barat ke Ukraina justru menghambat upaya penyelesaian konflik secara damai. Moskow menilai pengiriman bantuan militer tersebut membuat negara-negara sekutu NATO terlibat secara langsung dalam peperangan.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, memberikan peringatan keras terkait manuver sekutu Ukraina ini. Lavrov menegaskan bahwa setiap pengiriman yang berisi pasokan senjata untuk Ukraina akan menjadi target sah bagi operasi militer Rusia di lapangan.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID