Patok Tarif Keamanan Kargo 20 Persen, Trump Pastikan Selat Hormuz Tetap Terbuka!

fin.co.id - 14/07/2026, 18:29 WIB

Patok Tarif Keamanan Kargo 20 Persen, Trump Pastikan Selat Hormuz Tetap Terbuka!

Trump aktifkan kembali blokade Selat Hormuz bagi kapal Iran dan tarik biaya keamanan kargo 20 persen.

fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan langkah mengejutkan pada Senin, 13 Juli 2026 waktu setempat. Trump menegaskan telah menghidupkan kembali kebijakan "blokade Iran" di jalur perairan strategis dunia.

Tidak tanggung-tanggung, Trump juga mengusulkan pengenaan tarif sebesar 20 persen atas seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz. Tarif ini berlaku sebagai imbalan atas jaminan keselamatan yang militer Amerika Serikat berikan di kawasan tersebut.

Melalui akun media sosial pribadinya, Trump menegaskan sikap AS dalam mengawal ketat lalu lintas maritim di wilayah perairan yang bernilai geopolitik tinggi ini.

"Selat Hormuz TERBUKA, dan akan tetap TERBUKA, dengan atau tanpa Iran," tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Ia juga menambahkan penjelasan lebih terperinci mengenai esensi dari kebijakan pengetatan jalur laut ini agar tidak menimbulkan salah paham bagi negara-negara sekutu lainnya.

"Kami memberlakukan kembali BLOKADE IRAN, yang dinamakan demikian karena hanya menghentikan kapal atau pelanggan Iran untuk masuk atau keluar. Semua negara lain akan memiliki penggunaan Selat yang adil dan terbuka," tulisnya.

Aturan Baru Trump dan Ambisi AS Menjadi Penjaga Selat Hormuz

Melalui kebijakan terbarunya, Pemerintah Amerika Serikat berjanji untuk menyediakan jaminan perlindungan penuh di perairan rawan tersebut. Namun, jaminan ini menuntut kompensasi finansial yang tidak sedikit dari para operator logistik global yang melintas.

"Mulai sekarang, AS akan dikenal sebagai 'PENJAGA SELAT HORMUZ,' akan tetapi, dan demi KEADILAN, akan mendapatkan penggantian biaya sebesar 20% dari semua kargo yang dikirim, untuk semua biaya yang diperlukan dalam menjalankan tugas menyediakan keselamatan dan keamanan di wilayah yang sangat rawan konflik ini," kata Trump.

Ia juga menegaskan bahwa implementasi aturan tersebut akan segera bergulir dalam waktu dekat.

Kebijakan ini tentu merombak peta keamanan maritim global secara signifikan. Trump memandang pengenaan biaya 20 persen ini sebagai langkah yang adil demi menutup biaya operasional militer AS yang bertugas menjaga kestabilan navigasi kapal dagang internasional dari berbagai potensi ancaman di Selat Hormuz.

Langkah Taktis CENTCOM dan Riwayat Blokade Perairan Iran

Menyusul pengumuman resmi dari sang presiden, Komando Pusat AS (CENTCOM) bergerak cepat menyusun skema taktis di lapangan. Melalui akun X resminya, CENTCOM mengumumkan bahwa pasukannya akan melanjutkan pemblokiran lalu lintas maritim yang masuk maupun keluar dari seluruh pelabuhan Iran. Operasi pengawasan ketat ini resmi dimulai pada hari Selasa, pukul 4 sore waktu setempat.

Dalam penjelasan teknisnya, CENTCOM memaparkan bahwa armada militer AS siap mengadang setiap kapal yang kedapatan transit menuju atau berasal dari wilayah pesisir dan pelabuhan Iran. Meski demikian, mereka tetap menjamin kelancaran arus navigasi bagi kapal-kapal komersial internasional lain yang tidak melanggar aturan blokade tersebut.

"Pengaktifan kembali blokade AS terhadap Iran menyusul implementasi awal dari 13 April hingga 18 Juni," tulis pernyataan resmi dari CENTCOM.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID