Prabowo Beberkan Dampak Perang Ukraina: BBM hingga Dunia Ikut Terguncang

fin.co.id - 31/07/2026, 19:38 WIB

Prabowo Beberkan Dampak Perang Ukraina: BBM hingga Dunia Ikut Terguncang

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Anisha Aprilia

fin.co.id – Presiden Prabowo Subianto menilai konflik Rusia-Ukraina telah berlangsung sangat panjang dan berpotensi melampaui durasi Perang Dunia II.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan di hadapan jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Kepresidenan, Jumat, 31 Juli 2026. Menurut Presiden, perang yang dimulai pada 2022 itu hingga kini belum memperlihatkan tanda-tanda akan segera berakhir.

"Perang Ukraina mulai tahun 2022. Tahun 2022, 2023, 2024, 2025, sudah masuk 2026. Mungkin Perang Ukraina lebih lama dari Perang Dunia Kedua juga," kata Prabowo.

Ia kemudian membandingkan konflik tersebut dengan Perang Dunia II yang berlangsung sejak September 1939 hingga Mei 1945 atau sekitar lima tahun. Sementara perang di Ukraina kini telah memasuki tahun kelima.

Prabowo menilai konflik berkepanjangan itu telah menelan korban jiwa dalam jumlah besar dan memicu dampak luas terhadap kondisi ekonomi global.

"Jutaan sudah korban. Dan kita baru mengerti, perang di satu bagian bumi itu pengaruhnya ke mana-mana, kepada harga BBM dan sebagainya," ujarnya.

Selain perang Rusia-Ukraina, Presiden juga menyoroti sejumlah konflik lain yang hingga kini masih berlangsung, mulai dari Gaza, Lebanon, kawasan Teluk, hingga Selat Hormuz. Menurutnya, berbagai ketegangan tersebut berpotensi terus berlanjut dalam waktu yang panjang.

Ia juga mengingatkan agar ancaman penggunaan senjata nuklir, baik dalam konflik di Ukraina maupun di kawasan Timur Tengah, tidak dipandang sebagai hal yang sepele.

Tak hanya itu, Prabowo menyinggung kondisi keamanan di kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut perang saudara yang masih berkecamuk di Myanmar menjadi bukti bahwa kawasan ASEAN yang selama ini dikenal sebagai wilayah damai tetap menghadapi tantangan geopolitik.

"Di Myanmar berkecamuk perang saudara dengan belasan atau puluhan milisi bersenjata yang didukung oleh negara-negara lain," imbuhnya.

Anisha Aprilia/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID