Pihak CENTCOM juga membeberkan sejumlah data performa operasi militer mereka pada periode blokade sebelumnya. Selama masa operasi awal tersebut, pasukan keamanan AS sukses mengalihkan arah dari 140 kapal komersial yang patuh terhadap peringatan. Di sisi lain, mereka juga menonaktifkan sembilan kapal yang terbukti membandel dan melanggar aturan lalu lintas, serta tetap mengizinkan masuknya lebih dari 50 kapal kargo yang membawa pasokan bantuan kemanusiaan.
Sebelum pengumuman hari Senin ini, blokade laut tersebut sempat mereda berkat mediasi dari Pakistan. Upaya diplomasi Pakistan tersebut berhasil melahirkan nota kesepahaman (MoU) antara pihak AS dan Iran pada bulan Juni 2026 kemarin.
Rencananya, kedua belah pihak akan menindaklanjuti MoU tersebut lewat proses negosiasi lanjutan selama minimal 60 hari demi merumuskan kesepakatan akhir, termasuk membahas program nuklir Teheran secara mendalam. Namun, situasi kini berbalik seiring dengan pengaktifan kembali kebijakan penutupan wilayah perairan ini oleh Trump.