Prabowo Sentil Keras Kaum Pesimis: 'Kalau Merasa Indonesia Suram, Silakan Cari Negara Lain!'

fin.co.id - 12/07/2026, 21:12 WIB

Prabowo Sentil Keras Kaum Pesimis: 'Kalau Merasa Indonesia Suram, Silakan Cari Negara Lain!'

Prabowo Subianto

Ia menilai berbagai kebijakan pemerintah mulai menunjukkan hasil yang positif dan menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Salah satu keberhasilan yang disoroti Presiden adalah tercapainya swasembada pangan.

Prabowo mengklaim Indonesia kini tidak lagi bergantung pada impor pangan dan bahkan mulai mampu melakukan ekspor sejumlah komoditas.

"Kita sudah buktikan tahun pertama pemerintahan yang saya pimpin, kita sudah swasembada pangan. Kita tidak impor pangan lagi, kita ekspor," tegasnya.

Menurut pemerintah, pencapaian tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar internasional.

Selain sektor pangan, Prabowo juga menyoroti kemajuan di bidang energi.

Pemerintah baru saja meluncurkan program Solar B50, yaitu bahan bakar berbasis campuran biodiesel dari kelapa sawit domestik.

Menurut Presiden, implementasi program tersebut telah memungkinkan Indonesia menghentikan impor solar mulai bulan ini.

Kebijakan itu dinilai menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dalam negeri.

Prabowo juga menyinggung pembentukan Danantara yang mengonsolidasikan aset-aset badan usaha milik negara (BUMN).

Ia menyebut nilai aset yang dikelola mencapai sekitar US$1 triliun, yang menurutnya menjadi salah satu kekuatan besar Indonesia untuk mendorong investasi dan pembangunan nasional.

Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah serta aset BUMN yang besar, Presiden menilai tidak ada alasan bagi masyarakat untuk terus memandang Indonesia secara pesimistis.

Menutup pidatonya, Prabowo kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memiliki mental inferior ketika menghadapi persaingan global.

Menurutnya, sikap rendah hati tetap penting dimiliki, tetapi rasa percaya diri sebagai bangsa juga harus terus dibangun agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain.

"Jadi jangan kita selalu pesimis, rendah diri. Rendah hati harus, jangan rendah diri. Insyaallah kita akan bangkit," pungkas Prabowo. (*)

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Pimred FIN.CO.ID