Prancis vs Senegal: Bayang-Bayang Kejutan 2002 Kembali Menghantui Les Bleus

fin.co.id - 16/06/2026, 10:40 WIB

Prancis vs Senegal: Bayang-Bayang Kejutan 2002 Kembali Menghantui Les Bleus

Timnas Prancis

Les Bleus merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola dunia dengan dua gelar juara Piala Dunia pada 1998 dan 2018. Mereka juga pernah menjadi runner-up pada 2006 dan 2022.

Sejak menjuarai Piala Dunia 1998, Prancis tidak pernah lagi absen dari putaran final. Pada edisi 2026, mereka bahkan dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menjadi juara bersama Spanyol.

Prancis datang ke turnamen ini dengan status juara Grup D Kualifikasi zona Eropa setelah meraih lima kemenangan dan satu hasil imbang.

Persiapan mereka menuju Piala Dunia juga cukup meyakinkan. Meski sempat kalah 1-2 dari Pantai Gading dalam laga uji coba, Prancis berhasil meraih kemenangan atas Brasil, Kolombia, dan Irlandia Utara.

Namun ada satu catatan yang tidak bisa diabaikan. Dalam satu-satunya pertemuan sebelumnya di Piala Dunia, Senegal berhasil menumbangkan Prancis 1-0 pada fase grup edisi 2002.

Gol tunggal Papa Bouba Diop kala itu menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Padahal Prancis diperkuat deretan penyerang top seperti Thierry Henry, David Trezeguet, dan Djibril Cisse.

Prancis bahkan tampil dominan dalam penguasaan bola maupun penciptaan peluang, tetapi tetap gagal mencetak gol.

Selain itu, dalam empat edisi Piala Dunia terakhir, Prancis tercatat tiga kali kalah dari wakil Afrika pada fase grup. Selain Senegal, Les Bleus juga pernah ditaklukkan Afrika Selatan pada 2010 dan Tunisia pada 2022.

Adu Taktik Deschamps dan Pape Thiaw

Senegal kini bukan lagi tim kejutan semata. Sejak tampil pertama kali pada 2002, mereka berkembang menjadi salah satu kekuatan utama Afrika yang mengandalkan kombinasi kecepatan, teknik, serta disiplin taktik.

Tim yang dipimpin Kalidou Koulibaly itu juga diperkuat banyak pemain yang terbiasa bersaing di kompetisi elite Eropa, termasuk delapan pemain yang merumput di Liga Prancis.

Gaya bermain Senegal masih identik dengan organisasi pertahanan yang rapi serta transisi menyerang yang cepat dan efektif. Formasi 4-3-3 maupun 4-2-3-1 menjadi senjata utama mereka untuk menerapkan pressing tinggi dan duel fisik yang intens.

Di sisi lain, Prancis memiliki sosok Didier Deschamps yang telah menangani tim nasional sejak 2012. Pengalaman panjangnya membuat Les Bleus selalu mampu beradaptasi menghadapi berbagai tipe lawan.

Deschamps mengandalkan pendekatan yang menitikberatkan pada analisis pertandingan, penguasaan bola, serta efektivitas transisi permainan. Filosofi tersebut telah membawa Prancis meraih berbagai pencapaian besar, termasuk gelar juara dunia 2018, finalis Piala Dunia 2022, runner-up Euro 2016, dan semifinalis Euro 2024.

Target berikutnya bagi Deschamps adalah membawa Prancis menembus final Piala Dunia untuk ketiga kali secara beruntun.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca