Menelusuri Lorong Thrifting Blok III Pasar Senen

fin.co.id - 18/01/2026, 11:01 WIB

Menelusuri Lorong Thrifting Blok III Pasar Senen

Menelusuri Lorong Thrifting Blok III Pasar Senen (fin/Afdal)

Di tengah hiruk pikuk Jakarta Pusat, Blok III Pasar Senen menjadi saksi denyut ekonomi rakyat yang terus bergerak, bahkan saat hujan mengguyur dan cuaca tak bersahabat. Bangunan bertingkat yang dikenal sebagai surga pakaian bekas ini tetap ramai dikunjungi, menghadirkan cerita tentang kebiasaan berburu, kesabaran memilih, dan harapan menemukan barang berkualitas dengan harga terjangkau.

Oleh: Afdal Namakule- Jakarta

Hujan turun deras pada Minggu siang itu, membasahi hampir seluruh sudut Jakarta. Langit kelabu dan udara lembap tak menyurutkan denyut aktivitas di Blok III Pasar Senen, Jakarta Pusat. Payung-payung terbuka beriringan di pelataran pasar, sementara sebagian pengunjung memilih melindungi diri dengan jaket tipis. Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, pasar ini tetap hidup, ramai, riuh, dan penuh tujuan.

Blok III Pasar Senen memang punya magnet tersendiri. Bangunan bertingkat yang berdiri di kawasan legendaris Pasar Senen ini dikenal luas sebagai salah satu pusat perdagangan pakaian bekas impor paling ramai di Jakarta. 

Letaknya yang strategis, tepat di seberang Stasiun Senen, membuatnya mudah dijangkau. Dari pintu keluar stasiun, hanya perlu berjalan kaki sekitar tujuh menit untuk tiba di depan pasar.

Akses yang praktis itulah yang membuat Blok III nyaris tak pernah sepi. Pengunjung datang bukan hanya dari sekitar Senen, tetapi juga dari berbagai penjuru Jakarta dan luar kota. Sebagian sengaja datang untuk berburu pakaian bekas berkualitas dengan harga terjangkau, aktivitas yang kini lebih populer dengan sebutan thrifting.

Memasuki Blok III, suasana pasar langsung terasa. Namun area thrifting yang menjadi incaran utama berada di lantai atas. Sebelum sampai ke sana, pengunjung harus melewati beberapa lantai dengan karakter dagangan yang berbeda.

Lantai satu diisi beragam kebutuhan rumah tangga dan perabot sederhana. Di sudut-sudut tertentu, pedagang makanan ringan, kue tradisional, dan minuman berjejer. 

“Untuk pakaian bekas di lantai tiga, Pak, naik tiga eskalator,” ujar seorang petugas kepada fin.co.id, Minggu 11 Januari 2026.

Di lantai dua, nuansa berubah. Deretan kios jam tangan dan kacamata mendominasi lorong. Barang-barang tersebut dijual eceran, dengan harga yang relatif terjangkau. Di sela-sela kios aksesori, terdapat pula beberapa lapak pakaian, meski belum menjadi pusat perhatian utama.

Barulah di lantai tiga, aroma khas thrifting menyambut. Lorong-lorong sempit dipenuhi toko pakaian bekas dengan gantungan yang rapat dan penuh. Koleksinya beragam: kaos dewasa dan anak-anak, pakaian wanita dan pria, blouse, kemeja, jaket, blazer, jas, celana panjang, jins, dress, hingga daster dan kaos kaki. Hampir semua kebutuhan sandang bisa ditemukan di sini.

Menelusuri Lorong Thrifting Blok III Pasar Senen

Jaket Impor bekas di pasar Senen Blok III (fin/afdal) 

Beberapa toko menempelkan label harga pada pakaian yang digantung di bagian depan. Kisaran harganya relatif ramah di kantong, mulai dari Rp20.000 hingga Rp35.000 per potong. Umumnya, harga tersebut berlaku untuk pakaian bekas kualitas standar.

Sementara itu, pakaian yang digantung lebih ke dalam atau di bagian atas toko biasanya memiliki kualitas lebih baik dan dijual dengan harga lebih tinggi.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca