“Boleh, dua puluh ribu saja, Kak,” teriak seorang pedagang, mencoba menarik perhatian pengunjung yang melintas.
Sekilas, hampir semua toko terlihat serupa. Gantungan penuh, warna-warni pakaian bercampur, dan model yang beragam. Kondisi ini membuat pengunjung disarankan datang dengan tujuan yang jelas agar tidak larut terlalu lama hanya untuk memilih.
Ada yang setia menyusuri satu toko, ada pula yang berpindah-pindah sambil membandingkan harga dan kondisi barang.
“Kalau ke sini memang harus sabar,” ujar seorang pengunjung yang datang bersama temannya.
“Saya biasanya cari kemeja kerja, Bang. Kalau dapat satu yang pas, sudah senang. Harganya jauh lebih murah dibanding beli baru,” katanya saat disapa fin.co.id.
Pakaian bekas impor di pasar Senen Blok III (fin/afdal)
Untuk menghemat waktu, sebagian pengunjung memilih toko yang fokus menjual satu jenis pakaian, seperti khusus kemeja, jaket, atau kaos. Cara ini dianggap lebih efisien dibanding berkeliling tanpa arah. Beberapa pedagang bahkan menata barang berdasarkan ukuran atau jenis bahan agar pembeli lebih mudah memilih.
Salah satu daya tarik utama thrifting di Blok III Pasar Senen adalah peluang menemukan pakaian bekas impor dari merek-merek ternama. Hal ini bisa dikenali dari label di bagian leher atau kualitas bahan dan sablon. Meski begitu, pembeli tetap dituntut jeli, karena ada pula pakaian yang hanya menampilkan sablon merek terkenal tanpa didukung label asli.
Baca Juga
“Di sini harus pintar-pintar pilih,” ujar seorang penjual yang enggan menyebutkan namanya. “Kalau teliti, bisa dapat pakaian bekas impor bermerek dengan harga murah. Banyak pembeli yang datang rutin karena sudah tahu kualitasnya.”
Pedagang biasanya membedakan kualitas barang dari penempatannya. Pakaian termurah digantung di bagian depan, atau ditumpuk di keranjang yang bisa dipilih pemberli sesuka hati. Sementara yang kualitasnya lebih baik disimpan di dalam toko atau digantung lebih tinggi.
“Kalau yang bagus biasanya nggak pakai label harga,” katanya. “Pembeli tinggal tanya. Kalau yang ditumpuk ini, harganya sekitar sepuluh ribuan, campur semua, tergantung dapatnya apa.”
Selain pakaian, Blok III Pasar Senen juga menyediakan sepatu bekas. Harganya bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah. Pembeli dituntut lebih teliti untuk memeriksa kondisi barang.