Opini . 23/07/2025, 15:08 WIB

Hilirisasi: Saatnya Pertamina Ngebut, Bukan Santai Lagi!

Penulis : Mihardi
Editor : Mihardi

Ditulis oleh: Zuli Hendriyanto Syahrin

Kita lagi di momen penting sekali buat masa depan Bangsa. Menurut saya, mengolah sendiri kekayaan alam kita yang melimpah ruah, terus mastiin energi tersedia buat semua itu udah bukan cuma omongan kosong. Ini amanat konstitusi, lho, yang harus langsung kita wujudkan sekarang juga. Apalagi di bawah Kepemimpinan Pak Presiden Prabowo Subianto yang tegas dan punya visi jauh ke depan, ini kesempatan emas yang gak boleh dilewatin begitu aja.

Kenapa sih ini mendesak? Soalnya, harga minyak dunia itu gak stabil, terus ada ancaman perubahan iklim, sama gejolak politik global yang suka tiba-tiba muncul.

Semua ini bikin PT Pertamina (Persero) dan anak-anak perusahaannya punya peran super penting. Pertamina itu bukan cuma perusahaan yang cari untung, tapi semacam penjaga titipan suci buat kemakmuran rakyat Indonesia.

Tapi, apa iya "perusahaan raksasa" kebanggaan kita ini udah cukup ngebut? Udah cukup gesit dan punya pandangan ke depan buat ngadepin badai segede ini? Terus terang, belum, iya, belum.

Kita butuh lompatan gede yang direncanain matang dan berani. Perubahan total yang bikin peta energi nasional kita jadi berkelanjutan. Para Komisaris dan Direksi Pertamina itu harus berani ambil keputusan cepat, bahkan yang agak "ekstrem" sekalipun, demi lompatan epik ini.

Selama ini, kita sering sekali terlena, ngira sumber daya alam kita gak bakal habis. Padahal, kekayaan ini bisa sia-sia kalau cuma sibuk ngekspor bahan mentah doang tanpa diolah jadi produk yang nilainya tinggi.

Hilirisasi itu bukan cuma teori ekonomi di buku. Ini jalan tol super cepat menuju kemandirian industri, pembuka jutaan lapangan kerja baru, pendorong daya saing kita di pasar global, dan perisai ekonomi biar kita gak lagi tergantung sama bahan mentah.

Sama halnya dengan ketahanan energi. Ini bukan cuma soal ngisi bensin di SPBU, tapi juga tentang punya beragam sumber energi yang melimpah, ngembangin teknologi energi bersih terdepan, dan bisa cepat beradaptasi ngadepin setiap gejolak dunia yang gak terduga.

Harapan Buat Pertamina, Tapi Ada Kenyataan yang Bikin Gelisah

Pertamina dan anak perusahaannya, sebagai BUMN energi yang katanya terbesar di Asia Tenggara, itu ibarat urat nadi kedaulatan energi kita. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah, harapan kita ke Pertamina itu tinggi sekali. Tapi, yuk kita lihat lebih dalam lagi.

1. Hilirisasi yang Masih Bolong: Malu Kita Masih Impor Banyak

Ini kenyataan pahit yang harus kita terima. Proyek hilirisasi minyak dan gas bumi Pertamina emang ada, tapi pelaksanaannya itu lamban, molor dari jadwal, dan PR-nya banyak sekali. Infonya, kapasitas kilang nasional kita saat ini cuma sekitar 1,1 juta barel per hari (BPH), sementara konsumsi BBM nasional terus naik, rata-rata sekitar 1,6 juta BPH. Artinya, kita masih kurang sekitar 500-700 ribu BPH yang harus ditutup dengan impor besar-besaran. Bayangin, berapa triliun potensi nilai tambah yang hilang sia-sia.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id