Internasional . 12/08/2026, 22:54 WIB

Langka, Ratusan Tentara Israel Desak Militer Hentikan 'Terorisme Yahudi' di Tepi Barat!

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Lebih dari 300 tentara cadangan Israel mendesak militer mengambil tindakan tegas terhadap apa yang mereka sebut sebagai “terorisme Yahudi” yang dilakukan para pemukim di Tepi Barat yang diduduki.

Mereka juga memperingatkan bahwa kekerasan tersebut tidak hanya berdampak terhadap warga Palestina, tetapi turut membahayakan keselamatan pasukan Israel.

Menurut laporan media Israel, Rabu, 12 Agustus 2026, para tentara cadangan tersebut menyampaikan tuntutan melalui sebuah petisi yang mereka tujukan kepada Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Eyal Zamir. Mereka meminta militer memberikan kewenangan dan sarana yang jelas kepada pasukan untuk mencegah kekerasan pemukim.

Ratusan Tentara Israel Teken Petisi

Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan, bahwa lebih dari 300 tentara cadangan menandatangani petisi berjudul “Surat Tentara Cadangan Menentang Terorisme Yahudi”. Mereka mengirimkan petisi tersebut kepada Kepala Staf Angkatan Darat Eyal Zamir.

Petisi itu muncul ketika pemukim ekstremis terus berkumpul di sekitar kota Qusra, Palestina, di sebelah selatan Nablus. Dalam situasi tersebut, tiga keluarga Palestina menyatakan bahwa mereka praktis terkepung di dalam rumah masing-masing.

Para tentara menilai komandan militer tidak memberikan kewenangan dan sarana yang cukup kepada pasukan untuk mencegah serangan pemukim. Mereka juga mengatakan tentara berulang kali mendapat tugas untuk memisahkan warga Israel dan Palestina ketika terjadi apa yang disebut militer sebagai “insiden gesekan”.

Namun, menurut para penandatangan petisi, pasukan tidak memiliki kewenangan yang jelas untuk menghentikan kekerasan sebelum insiden berkembang.

“Kami adalah tentara cadangan yang telah bertugas selama ratusan hari sejak 7 Oktober 2023, termasuk di Tepi Barat, di mana kami mempertaruhkan nyawa demi keamanan Israel. Namun, kami merasa bahwa pimpinan militer membiarkan kami begitu saja di lapangan dan tidak memberikan dukungan kepada kami,” demikian bunyi petisi tersebut.

Tentara Soroti Kekerasan Pemukim di Tepi Barat

Para tentara cadangan juga menyoroti pola kekerasan yang mereka nilai terus terjadi. Mereka mengatakan tentara kerap mendapat tugas untuk meredam konflik, sementara pihak yang mereka sebut sebagai pelaku “terorisme nasional” tidak dihentikan hingga ke akar masalahnya.

“Kami berulang kali diminta untuk memadamkan 'api' konflik, namun tidak ada pihak yang memastikan bahwa para pemimpin terorisme nasional ini dihentikan dan diberantas hingga ke akarnya,” tambah petisi itu, merujuk pada kekerasan yang dilakukan para pemukim.

Menurut para penandatangan, sikap diam militer dan dukungan politik terhadap sebagian pemukim yang terlibat dalam serangan turut meningkatkan risiko bagi pasukan. Mereka menilai ketiadaan perintah yang jelas serta toleransi terhadap “terorisme Yahudi” ikut berkontribusi terhadap jatuhnya korban luka dan tewas di kalangan tentara dalam insiden terkait kerusuhan tersebut.

Karena itu, mereka mendesak Zamir mengambil “tindakan tegas guna menghentikan dan memberantas terorisme Yahudi”. Selain itu, mereka meminta militer memberikan kewenangan dan sarana yang jelas kepada pasukan agar dapat mencegah kekerasan tersebut.

Tentara Sebut Kekerasan Pemukim Bukan Kasus Tunggal

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id