(BACA JUGA:Jokowi Soroti Wakil Indonesia Raih Medali Emas Kejuaraan Asia 2022, Ini Kata Pramudya/Yeremia)
Dari Eco-system tersebut pada akhirnya membentuk masing-masing atlet tumbuh kuat karena ada persaingan suportif.
"Adu sparing partner tiap latihan dan tanpa kita sadari menjadikan tiap atlet terasah maju kualitas permainannya," umbar Greysia.
Greysia menilai kalau memiliki pemain bermental juara merupakan kunci utama keberhasilan regenerasi pada sektor ganda putra.
"Dan yang paling jadi poin utama disini adalah Mental juara. Coba lihat ranking dunia ganda putra Indonesia kita saat ini," ucap Greysia.
(BACA JUGA:Jadi Runner Up Kejuaraan Asia 2022, Jonatan Christie: Kecewa Sih Tidak, Tapi Cukup Disayangkan)
"Semua senior berada di ranking teratas dunia, jadi mental seorang juara itu juga pada akhir ke transfer ke atlet junior lainnya," tambahnya.
Bagi Greysia kualitas junior-junior ganda putra Indonesia tak lepas dari peran para atlet-atlet senior.
"Melihat kualitas Pram/Yere, Bagas/Fikri, juga ada Leo/Daniel, ini tidak terlepas dari peran senior-senior mereka Hendra/Ahsan, Kevin/Gideon, dan Fajar/Rian," jelas Greysia.
"Tinggal kita tunggu siapa yang akan maju mewakili ke Olimpiade 2024 di Paris dan membawa medali. Tugas kita hanyalah mendoakan," tutupnya.
(BACA JUGA:Raih Emas Kejuaraan Asia 2022, Pramudya/Yeremia: Kami Datang Dengan Status Underdog Tapi Bisa Sampai Juara)
Sekadar catatan, dalam beberapa bulan terakhir, tiga ganda putra "Merah Putih" telah menyumbangkan gelar juara bagi Indonesia di All England 2022, Swiss Open 2022, serta BAC 2022.
All England 2022 berhasil digondol oleh pasangan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri alias BaKri.
Lalu Swiss Open 2022 mampu direbut oleh ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto atau FajRi.
Terakhir Pramudya/Yeremia merebut gelar juara di Kejuaraan Asia 2022 sebagai pasangan ganda putra.