Baru Dua Bulan Jualan Sate, Pengendara Motor Seruduk Ismail Hingga Tewas

Baru Dua Bulan Jualan Sate, Pengendara Motor Seruduk Ismail Hingga Tewas

TASIKMALAYA - Ikhtiar Ismail (23), mengumpulkan modal menikah kini tinggal cerita. Baru dua bulan jualan Sate Madura, pemuda itu menghembuskan nafas terakhirnya setelah tertabrak pengendara motor. Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan BKR Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang pada Rabu tengah malam (22/12/2021). Seorang pengendara motor N-Max menyeruduk Ismail dan sepupunya Imam Mukhorok (28), yang sedang mendorong gerobak satenya. Kapolsek Tawang Ipda Wawan Setiawan mengaku mendapat laporan adanya kecelakaan di lokasi tersebut. Diduga pengendara motor lepas kendali dan menabrak pedagang sate itu dari arah belakang. “Kedua korban mengalami luka-luka, sepeda motor dan gerobak mengalami kerusakan,” ungkapnya. Saat polisi datang ke lokasi, pengendara motor masih berada di lokasi. Dia adalah Mugi Febrian (17), yang juga mengalami luka ringan akibat kecelakaan tersebut. “Kita sudah limpahkan perkaranya ke Polres,” ucapnya. Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak jauh dari tempat Ismail dan Imam berdomisili, yakni di Jalan Asrama Nyantong Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang. Sehingga kedua korban langsung dibawa kerabatnya ke RSUD dr Soekardjo untuk mendapat pertolongan medis. Namun tampaknya luka Ismail diduga cukup berat dibanding Imam. Pemuda asal Madura itu pun menghembuskan nafas terakhirnya sebelum sampai di rumah sakit. Meninggalnya Ismail menjadi duka bagi keluarga dan kerabatnya. Jenazah pemuda langsung dibawa ke Madura untuk dikebumikan di kampung halamannya. Paman Ismail, Ayyub (31) menyebutkan Ismail mengalami luka di sikut, kaki dan belakang kepalanya. Dia yang membawa dua keponakannya itu ke rumah sakit pun hanya bisa pasrah ketika Ismail dinyatakan meninggal. Kemungkinan luka parahnya yang bagian kepala, karena terus mengeluarkan darah,” terangnya. Dijelaskan Ayyub, Ismail baru dua bulan datang ke Tasikmalaya. Dia merantau dari Madura dengan tekad mengumpulkan uang untuk biaya pernikahan. “Dia belum lama tunangan, jadi datang ke sini untuk ngumpulin modal nikah,” ucapnya. Di Tasikmalaya Ismail membantu pamannya yang merupakan pedagang sate madura. Dia bersama Imam (sepupunya) biasa mangkal di Jalan Siliwangi, tepatnya dekat kantor Kecamatan Tawang. “Biasa jualan sampai jam 23.00, jadi kecelakaan itu saat mereka perjalanan pulang,” terangnya. Ayyub mengenal Ismail sebagai pribadi yang baik, mengingat pemuda itu sebelumnya berprofesi sebagai pengajar madrasah. Pengetahuan agamanya pun terbilang cukup dalam karena merupakan lulusan pesantren. “Dia pernah mondok di beberapa pesantren,” ucapnya. Selain jenazah Ismail, Imam yang mengalami luka-luka pun turut dibawa ke Madura. Untuk pengendara yang menabrak kedua pemuda itu, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. “Kita serahkan ke kepolisian untuk proses hukumnya,” pungkasnya. (rga/radartasikmalaya)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: