Upah Minimum Kota Bekasi Kemungkinan Naik Tinggi, Pengusaha Bakal Lakukan Ini

Upah Minimum Kota Bekasi Kemungkinan Naik Tinggi, Pengusaha Bakal Lakukan Ini

Ilustrasi -UMK-radarbromo-radarbromo

BEKASI, FIN.CO.ID -- Hasil rapat pleno membahas Upah Minimum Kota (UMK) Bekasi, mendapati hasil di 2023 nanti naik menjadi Rp 5.158.248 atau sekitar 7,09 persen dari sebelumnya,

Merespon keputusan itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Bekasi kecewa dengan hasil yang ada, terlebih di saat kondisi ekonomi belum stabil usai Pandemi Covid-19.

BACA JUGA:Tolak UMK Kota Bekasi 2023, Apindo Tunggu Hasil Uji Materi Permenaker No 18 Tahun 2022

BACA JUGA:Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Bahan Pokok di Kabupaten Bekasi Meroket, Berikut Daftar Harganya

Ketua Apindo Kota Bekasi Farid Elhakamy mengatakan, keputusan yang keluar dalam rapat pleno membuat para pengusaha di Kota Bekasi dapat merubah sistem kerja di perusahaan masing masing.

Selain itu para pengusaha juga tengah mempersiapkan berbagai pilihan rencana kedepannya, apabila kenaikan UMK di Kota Bekasi sangat tinggi dalam kondisi saat ini.

"Kalau upahnya naik tinggi, mereka (Pengusaha) akan melakukan berbagai cara, yang kita khawatirkan terjadi PHK ataupun terjadi relokasi pabrik," kata Farid Elhakamy, Rabu 30 November 2022.

Menurutnya para pengusaha di Kota Bekasi juga dapat melakukan pengurangan jam kerja, ataupun merumahkan karyawan dengan membayar upah setengah sesuai jam kerja yang dijalani.

BACA JUGA:Kasus Tabrak Lari Anak Anggota DPRD Kota Bekasi Naik ke Penyidikan, Tinggal Tetapkan Tersangka

BACA JUGA:UMK Kota Bekasi 2023 Ditetapkan Rp5,1 Juta Naik Rp341.327 atau 7,09 Persen

Dari pertemuan antara pengusaha, terdapat banyak pilihan yang keluar dari masing masing anggota. Salah satunya, pemindahan perusahaan keluar dari Kota Bekasi.

"Waktu pertemuan dengan pengusaha banyak pilihan, kalau kenaikannya 10 persen pilih pindah dari Kota Bekasi," ungkapnya.

Farid Elhakamy menjelaskan, apabila keputusan para pengusaha tersebut resmi dilakukan tentunya angka pengangguran akan bertambah di Kota Bekasi.

Hal itu dikarenakan, para pengusaha nantinya dipastikan akan menutup total perusahaan ataupun pabriknya yang berada di wilayah Kota Bekasi.

Sumber: