Anak Punk Bikin Resah Pengguna Angkot, Satpol PP Kota Bekasi Lakukan Pembinaan

Anak Punk Bikin Resah Pengguna Angkot, Satpol PP Kota Bekasi Lakukan Pembinaan

Satpol PP Kota Bekasi melakukan pemeriksaan terhadap anak Punk yang meresahkan warga-Tuahta Simanjuntak untuk FIN.CO.ID-

BEKASI, FIN.CO.ID -- Pengguna angkutan perkotaan (Angkot) 05A dari Bekasi Timur menuju Kranji, terganggu dengan adanya anak punk yang mengamen menggunakan senjata tajam saat perjalanan.

Salah satu pengguna media sosial memposting story instagram dengan memberi tanda kepada @mastriadhianto terkait kejadian tersebut.

BACA JUGA:Antisipasi Peredaran Obat Sirup, Polres Metro Bekasi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Razia Apotek

BACA JUGA:Dua Anak di Bekasi Meninggal Diduga Gagal Ginjal Akut, Begini Gejalanya

"Tadi naik angkot dari Bekasi, ada 3 orang turun di sekolahan Martia Bhakti pas ngamen nunjukin pisau di perutnya," tulisnya dalam postingan instagram.

Dari keterangannya, penumpang tersebut merasa trauma dengan kejadian itu dan sudah melapor kepada pihak kepolisian.

Secara terpisah Kepala Bidang Ketentraman Dan Ketertiban Umum (Trantibtum) Satpol PP Kota Bekasi Ade Rahmat menjelaskan, pihaknya telah melakukan penindakan di lapangan.

"Adanya laporan itu, anggota langsung menuju lokasi yang ketemu ternyata ketua dari kelompok anak Punknya," kata Ade Rahmat saat dikonfirmasi, Rabu 19 Oktober 2022.

BACA JUGA:Dua Bayi di Kabupaten Bekasi Alami Gagal Ginjal Akut Meninggal Dunia, Berikut Datanya

BACA JUGA:Bicara Soal Kasus Gagal Ginjal Akut di Bekasi, Ridwan Kamil: Ibu Jangan Khawatir Kami Pasti Lindungi

Dari hasil pemeriksaan di lapangan terhadap ketua, seluruh anggota punk yang ia pimpin tidak ada yang membawa senjata tajam saat mengamen.

Saat di lapangan anggota Satpol PP juga tidak menemukan, adanya anak punk di wilayah tersebut yang membawa senjata tajam.

"Berkaitan informasi sajam itu, anggota Satpol PP masih belum melihat anak punk mana itu yang bawa Sajam saat di lapangan," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan dan pengakuan ketua punk di lokasi, diduga pelaku pengamen tersebut bukan berasal dari wilayah Kota Bekasi melainkan luar daerah.

Sumber: