Dua Anak di Bekasi Meninggal Diduga Gagal Ginjal Akut, Begini Gejalanya

Dua Anak di Bekasi Meninggal Diduga Gagal Ginjal Akut, Begini Gejalanya

Penyebab Masalah Ginjal, Image oleh mohamed Hassan dari Pixabay--

BEKASI, FIN.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi telah melakukan Penelusuran Epidemiologi (PE), terhadap pasien yang diduga terkena Gagal Ginjal Akut.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah menjelaskan, terdapat lima laporan yang masuk diduga terkena gagal ginjal akut progresif atipikal atau Atypical Progressive Acute Kidney Injury (AKI). 

Dari kelima orang yang dilaporkan, dua orang telah dipastikan meninggal dunia bukan karena gagal ginjal akut yang dimana terjangkit Covid-19 dan keturunan dari keluarga.

"Dua orang meninggal dunia sementara dinyatakan probable AKI, artinya besar kemungkinan terjangkit tapi masih dalam tahap penelitian lebih lanjut terkait penyebab pastinya," kata dr Alamsyah, Rabu 26 Oktober 2022.

Menurutnya dari hasil pemeriksaan sementara, anak anak yang dikabarkan terjangkit gagal ginjal akut menunjukan gejala demam, batuk dan juga pilek.

"Anak itu menunjukan gejala gangguan buang air kecil, jarak awal gangguan itu bervariasi 3 hari sampai 1 bulan," jelasnya.

dr Alamsyah mengungkapkan, obat yang dikonsumsi oleh anak anak sebelum terjadi gangguan buang air kecil sangat beragam termasuk resep dokter.

"Rata rata sebelum muncul gejala, anak anak mengkonsumsi obat demam, obat batuk sirup dan obat puyer yang memang persediaan ibu ibu atau keluarganya di rumah," ucapnya.

Menurutnya Dinas Kesehatan (Dinkes) telah bertemu dengan pihak keluarga anak, serta mengkonfirmasi langsung pemeriksaan dengan Rumah Sakit (RS) tempat anak tersebut di rawat.

"Sisa obat obatan yang dikonsumsi oleh keluarga sudah diminta untuk tidak di konsumsi atau di buang, jadi obatnya sudah tidak ada di rumah," tururnya.

dr Alamsyah menghimbau kepada orang tua untuk tetap tenang dan tidak panik, serta harus bisa lebih teliti dalam memilah obat yang akan di konsumsi.

"BPOM sudah merilis daftar terbaru obat obatan mana yang sudah di tarik," terangnya.

Dirinya menegaskan akan fokus terhadap penanganan kasus di Kabupaten Bekasi, serta akan disiapkan pelayanan kesehatan bagi anak di wilayahnya.

Sumber: