Melamun Itu Ternyata Menyehatkan, Ini Kata Ahli

Melamun Itu Ternyata Menyehatkan, Ini Kata Ahli

Melamun, Image oleh JL G dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Anda pastinya sudah sering mendengar anjuran orang yang melarang Anda melamun.

Ada yang bilang kebiasaan melamun bisa bikin Anda kesambet setan alias kesurupan.

Namun taukah Anda jika menurut medis, melamun itu punya manfaat tersendiri terhadap kesehatan.

BACA JUGA:Efek Terlalu Banyak Pikiran, Bikin Gak Kreatif hingga Picu Masalah Jantung

Menurut ahli, via Halodoc, melamun punya manfaat terhadap tubuh, salah satunya memberikan efek relaksasi.

Ketika orang melamun dan mengabaikan dunia luar, hal ini kata ahli, dapat mendorong relaksasi mental.

Ketika hal itu terjadi, maka pikiran akan mengalir dan membawa Anda pada kondisi bernama gelombang alfa.

Ketika masuk pada kondisi ini, Anda secara tidak langsung membiarkan otak untuk beristirahat dari kerjanya.

Hal ini lah yang menjelaskan mengapa melamun itu terkadang baik, karena yang namanya otak juga perlu untuk diistirahatkan.

Selain itu, melamun disebut dapat membantu orang dalam menemukan jawaban yang mereka cari, dan membuat ide baru datang mengalir.

Lamunan juga disebut positif ketika apa yang dilamunkan orang itu memberikan tujuan dalam hidup.

Melamunkan target yang ingin dicapai dalam kehidupan ini, adalah salah satu alasan mengapa melamun adalah hal yang baik untuk dilakukan.

Seperti disebutkan tadi, bahwa melamun dapat mendatangkan ide-ide baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Ketika hal ini mampu dicapai, secara tidak langsung mereka yang melamun justru melatih dirinya untuk lebih kreatif.

Itu jika bicara manfaat melamun terhadap kesehatan mental. Akan tetapi, kebiasaan melamun juga bisa jadi bumerang.

Ya, melamun bisa berakhir negatif apa bila dalam lamunannya, seseorang justru menjadi overthingking, memikirkan hal-hal yang belum terjadi dan justru menimbulkan stres.

Hal buruk lain yang bisa disebabkan dari kebiasaan melamun adalah yang namanya maladaptive daydream.

Mereka yang mengalami kondisi ini akan mengalami gangguan atau masalah pada kualitas hidup mereka di dunianya, akibat terlarut dalam lamunan atau khayalannya.

Efek Buruk Overthinking

Menurut pendapat ahli, via Halodoc, orang yang overhinking itu akan mendapatkan imbas buruk pada otaknya, diakibatkan oleh lelahnya sel-sel di dalam organ yang terletak di kepala itu.

Akibatnya, orang akan mudah hilang fokus sekaligus kehilangan kemampuan mereka untuk kretif.

Gak cuma itu, ketika orang kebanyakan mikir, maka tubuhnya akan merespon dengan memproduksi lebih banyak hormon kortisol.

Ketika diproduksi dalam jumlah banyak, maka hal ini dapat  menyebabkan rusaknya sel-sel otak pada hipokampus.

Dampaknya, selain orang jadi lebih sensitif dan mudah marah, kebanyakan mikir juga menyebabkan masalah pada napsu makan seseorang.

Tidak hanya bisa menyebabkan orang jadi gak napsu makan, kebayakan mikir juga bisa menyebabkan orang jadi ingin lebih banyak makan. Keduanya sama-sama buruknya.

Di luar itu, orang yang kebanyakan mikir juga berpotensi punya masalah dalam kehidupan sosialnya, baik antara teman, kolega, bahkan pasangan, yang disebabkan oleh prasangka dan rasa takut.

Penyebab Orang kebanyakan Mikir

Menurut pendapat Dosen Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Wahyu Aulizalsini A, M.Psi, Psikolog, penyebab orang overthingking ini adalah dikarenakan beberapa faktor.

Menurut Wahyu, setidaknya terdapat empat faktor yang membuat seseorang terbawa dalam prasangka dan ketakutan.

Empat hal itu adalah pengalaman yang menetap, pengalaman yang dirasakan, bujukan sosial, dan keadaan psikologis.

Ia menambahkan, terdapat sejumlah dampak dari prasangka buruk. Pertama adalah hati selalu larut pada perasaan cemas, gelisah dan tak tenang.

"Terlalu larut pada prasangka buruk akan membuatmu larut pada rasa cemas, gelisah dan tak tenang. Karena memelihara emosi negatif dalam diri juga akan membuat aura jiwamu menjadi negatif," kata Wahyu.

Dampak selanjutnya adalah membuat permusuhan dan jiwa yang merasa kesepian. Menurut Wahyu, prasangka buruk yang terus dipelihara akan membuat diri merasa kesepian, jiwa pun menjadi hampa dan kosong.

Sumber: