Alasan Mengapa Segelintir Orang Punya Keinginan Mencuri di Tempat Umum

Alasan Mengapa Segelintir Orang Punya Keinginan Mencuri di Tempat Umum

Mencuri, Mengutil | Ilustrasi oleh Kasjan Farbisz dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Ada alasan tertentu mengapa orang tertentu memiliki keinginan untuk mencuri di tempat umum, dan dirinya kesulitan untuk menahan diri.

Menurut ahli, via Alodokter, hal ini terkait dengan kondisi bernama kleptomania, sseuatu yang mungkin sudah tidak asing di telinga Anda.

Tidak hanya mencuri di area publik, mereka yang kleptomania juga memiliki kecenderungan untuk mengutil di rumah orang terdekatnya, termasuk teman.

(BACA JUGA:Merasa Gagal Menangisi Hidup Itu Ciri Depresi)
 
Kleptopmania sendiri disebut mulai muncul ketika penderitanya memasuki usia remaja. Akan tetapi, kondisi ini juga bisa baru muncul saat dewasa.

Mereka yang kleptomania disebut sulit untuk mengendalikan emosi dan prilakunya, menempatkan Kleptomania masuk dalam gangguan kendali impulsif.

Dan mirip-mirip dengan depresi, kleptopmania ternyata bisa mempengaruhi psikologi penderitanya.

Mereka yang kleptomania juga berpotensi punya keinginan atau pemikiran untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

Adapun penyebab seseorang mengalami kleptomania adalah akibat menurunnya produksi hormon serotonin, dan pelepasan dopamine.

Jika menurunnya serotonin menyebabkan keinginan untuk mencuri sulit untuk ditahan, produksi dopamin ini meningkatkan rasa senang ketika mereka mencuri atau mengutil, akibatnya ketagihan dalam melakukannya.

Alasan Mengapa Depresi Mematikan

Ada alasan mengapa depresi itu mematikan, dan bukan sebuah kondisi yang bisa dipandang sebelah mata.

Mengapa demikian, karena menurut sebuah studi yang dirilis pada jurnal Atherosclerosis, ditemukan bahwa depresi itu sama bahayanya dengan kolesterol tinggi.

Menurut kesimpulan para ahli, setelah menganalisa data 3500 pria antara usia 47 hingga 74 tahun, dan dalam kurun 10 tahun terakhir, ditemukan fakta yang menarik.

Saking bahayanya depresi, ahli menempatkan gangguan mental ini, satu tingkat di atas bahaya yang ditebar obesitas dan diabetes.

Sementara bagaimana depresi membunuh orang yang mengalaminya, menurut pendapat ahli bernama dokter Gail Zaltz, salah satunya adalah efek depresi terhadap jantung manusia.

Penyebabnya, adalah terkait produksi hormon kortisol yang dilepaskan tubuh saat seseorang mengalami stres.

Ketika orang stres, maka efeknya adalah perubahan tensi darah, yang dapat berpotensi meningkatkan risiko serangan jantung.  

Adapun beberapa ciri dari depresi itu sendiri, adalah seperti gangguan tidur, kecemasan, kehilangan napsu makan, emosi yang tak terkontrol dan lainnya.   

Sumber: