Kebut Kesiapan Infrastruktur, Bandara Husein Bandung Bersiap Layani Pesawat Jet Mulai 17 Agustus 2026

fin.co.id - 12/07/2026, 21:06 WIB

Kebut Kesiapan Infrastruktur, Bandara Husein Bandung Bersiap Layani Pesawat Jet Mulai 17 Agustus 2026

Kemenhub siapkan Bandara Husein Sastranegara Bandung layani pesawat jet mulai 17 Agustus 2026.

fin.co.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, agar mulai melayani pesawat jet pada 17 Agustus 2026. Pemerintah menerapkan skenario bertahap sebelum fasilitas penerbangan ini mencapai operasional penuh pada 17 September 2026.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengatakan bahwa pihaknya mendorong percepatan layanan operasional berdasarkan dua skenario reaktivasi dengan target waktu operasional yang berbeda.

"Kami telah menyiapkan dua skenario. Skenario pertama ditargetkan mulai melayani pesawat jet pada 17 Agustus 2026, sedangkan skenario kedua ditargetkan mencapai operasional penuh pada 17 September 2026," kata Lukman dalam keterangan sebagaimana terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan mendorong PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports selaku penyelenggara pelayanan operasional bandar udara untuk mempercepat pemenuhan seluruh aspek kesiapan operasional Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung.

"Kami mendorong PT. Angkasa Pura Indonesia untuk segera menindaklanjuti pemenuhan seluruh aspek kesiapan operasional," ujarnya.

Dua Skenario Reaktivasi untuk Penerbangan Sipil

Lukman menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kemenhub telah menyelesaikan kajian operasional dan safety assessment sebagai dasar pelaksanaan reaktivasi bandar udara. Selanjutnya, tanggung jawab untuk menindaklanjuti pemenuhan kesiapan operasional berada di tangan PT Angkasa Pura Indonesia sebagai operator bandar udara.

"Seluruh proses tersebut harus tetap mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, pelayanan dan kepatuhan terhadap regulasi penerbangan sipil," ujar Lukman.

Pada skenario pertama, Bandar Udara Husein Sastranegara rencananya akan melayani penerbangan menggunakan pesawat jet dengan operasi minimal, penerbangan bisnis, dan penerbangan carter. Fase awal ini akan berjalan dengan dukungan kesiapan infrastruktur dasar.

Sementara itu, pada skenario kedua, bandar udara memiliki target untuk dapat melayani pesawat jet kategori Boeing 737-800 dan Airbus A320. Operator akan menerapkan sistem slot manajemen demi memastikan kapasitas operasional berjalan secara aman, tertib, dan efektif.

Perbaikan Sisi Udara dan Sistem Keselamatan Penerbangan

Untuk mendukung target besar tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia harus segera memenuhi berbagai kebutuhan pada sisi darat (landside) maupun sisi udara (airside). Pekerjaan yang perlu mendapat percepatan antara lain meliputi:

  • Overlay runway dan taxiway
  • Rekonstruksi rigid apron serta overlay flexible apron
  • Perbaikan atap terminal dan waterproofing
  • Penyempurnaan berbagai fasilitas pelayanan penumpang

Dari aspek keselamatan penerbangan, Ditjen Hubud juga mendorong PT Angkasa Pura Indonesia untuk segera memenuhi persyaratan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Kategori 7.

Manajemen dapat memenuhi kebutuhan tersebut melalui mobilisasi kendaraan Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF) dari Bandar Udara Kertajati setelah operasional pemulangan jemaah haji selesai, yang disertai dengan penguatan personel PKP-PK.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID