Dolar Saniharto

fin.co.id - 19/06/2026, 05:48 WIB

Dolar Saniharto

Dahlan Iskan bersama Harsono Enggalhardjo (kanan), Winarto Enggalhardjo, dan Merysia Enggalhardjo.--

Di Manokwari, Winarto sempat buka praktik sebagai dokter gigi. Ia beli kursi pasien buatan Jepang. Ketika pindah ke Semarang kursi itu ia jual.

Tidak lama setelah jadi pegawai negeri itulah si kakak minta Winarto mengepalai produksi pabrik yang baru. "Apa boleh buat," kata Winarto.

Ketelitiannya sebagai dokter gigi itulah yang ia terapkan di produksi mebel. Kualitasnya ia jaga sungguh-sungguh seperti menjaga giginya orang kaya. "Kebetulan mata saya awas. Dokter gigi itu matanya harus baik," katanya.

Kini perusahaan di Semarang itu, PT Saniharto menjadi eksporter mebel kelas atas ke seluruh dunia. Hotel-hotel bintang lima di berbagai kota dunia ambil mebel Saniharto. Mulai di Las Vegas, Boston, sampai New York.

Terakhir, sebuah resort berbintang tujuh di Laut Merah, Arab Saudi, juga sepenuhnya pakai produk Saniharto. Hotel mewah itu disebut Shebarah Resort, di sebuah pulau antara Jeddah dan Neom. Lihat desain resort itu. Unit-unitnya terpisah semua di atas laut Merah. Pasti hanya orang super kaya yang bermalam di sana –konon tarif satu malamnya di atas Rp 50 juta.

Kini Saniharto sudah mulai dipimpin generasi kedua. Si kakak, Harsono, 75 tahun, masih aktif ngantor. Masih sehat. Pun si adik, Winarto, jalannya masih cepat. Tapi direktur utama Saniharto kini sudah dipegang putri Harsono: Merysia Enggalhardjo. Muda, cantik, lulusan Purdue University, Amerika, satu kampus dengan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Merysia tidak akan mengubah merek Saniharto menjadi yang berbau Barat. Kini Saniharto sudah menjadi merek yang ternama di negara-negara maju. Pabriknya tetap saja sibuk --bahkan lebih sibuk dari yang saya lihat tiga tahun lalu. Saniharto sama sekali tidak terganggu oleh gejolak dolar. Penghasilannya dolar. Kalau dirupiahkan hitung sendiri kenaikannya.

Tapi Harsono dan Winarto tetap ingat: kepercayaan pertama yang mereka terima dari hotel bintang lima adalah dari Hotel Mulia Senayan, Jakarta.

Itulah hotel yang sangat bersejarah. Pegang rekor: membangun hotel 40 lantai, 1000 kamar, hanya delapan bulan, dengan kualitas yang tetap istimewa –dan Saniharto menjadi bagian dari sejarah itu. (Dahlan Iskan)

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca