Lima hari ke Tiongkok saya seperti menelusuri lorong waktu yang panjang: dari monumen penulis buku di abad ke empat belas, ke zaman Zhou En Lai, sampai ke zaman Tiongkok masa kini. Bahkan ke masa depan mobil dan robotnya.
Lima hari; delapan pabrik; empat kota; empat zaman. Nikmat apa lagi yang masih engkau dustakan. (Dahlan Iskan)