Pemerintahan Inggris Kaji Rencana Penghapusan Andrew dari Urutan Takhta

fin.co.id - 21/02/2026, 08:24 WIB

Pemerintahan Inggris Kaji Rencana Penghapusan Andrew dari Urutan Takhta

Buckhingham Palace, Image: Balichaca / Pixabay

fin.co.id - Pemerintahan Inggris tengah meninjau rencana legislatif yang dapat menghapus Andrew Mountbatten-Windsor dari urutan takhta kerajaan.

Langkah ini muncul di tengah penyelidikan polisi yang sedang berlangsung terkait mantan Duke of York, yang tetap berada di posisi kedelapan dalam garis suksesi meski telah dicabut gelarnya, termasuk gelar “pangeran”, pada Oktober lalu.

Latar Belakang dan Proses Legislasi

Menteri Pertahanan Luke Pollard menyatakan bahwa langkah ini dianggap “hal yang tepat dilakukan,” terlepas dari hasil penyelidikan polisi.

Pemerintah dilaporkan bekerja sama dengan Istana Buckingham untuk memastikan bahwa Andrew tidak akan pernah berada “hanya sejarak satu napas dari takhta.”

Rencana ini akan membutuhkan persetujuan Parlemen Inggris, termasuk Dewan Rakyat dan Dewan Bangsawan, dan berlaku setelah mendapatkan persetujuan resmi dari Raja.

Selain itu, dukungan dari 14 negara persemakmuran di mana Charles III adalah kepala negara, termasuk Kanada, Australia, Jamaika, dan Selandia Baru, juga menjadi syarat formal agar perubahan garis suksesi dapat diterapkan.

Reaksi Partai Politik dan Publik

Beberapa anggota parlemen, termasuk dari Liberal Democrats dan Scottish National Party (SNP), menyatakan dukungan terhadap potensi legislasi tersebut.

Sebagian anggota Partai Buruh juga menyatakan kesediaan mereka mendukung perubahan, meski beberapa menilai bahwa kemungkinan Andrew benar-benar menjadi raja sangat kecil.

Pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch menekankan pentingnya memberikan ruang bagi penyelidikan polisi agar dapat berjalan tanpa gangguan.

Sementara itu, beberapa anggota parlemen Liberal Democrat menekankan agar prosedur hukum dijalankan tanpa tekanan politik.

Catatan Sejarah dan Konteks

Perubahan garis suksesi oleh legislasi terakhir kali terjadi pada 2013 dengan Succession to the Crown Act, yang memulihkan hak bagi individu yang sebelumnya dikeluarkan karena menikah dengan seorang Katolik.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID