fin.co.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid angkat bicara terkait kasus influencer yang diduga merekam seorang usher perempuan tanpa izin di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Pemerintah menegaskan akan mengambil langkah serius untuk mencegah praktik perekaman terhadap perempuan maupun anak tanpa persetujuan.
Menurut Meutya, tindakan merekam seseorang tanpa izin tidak hanya melanggar etika, tetapi juga berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (PDP).
"Pada prinsipnya adalah kita perlu sekali mengingatkan bahwa ini pelanggaran terhadap Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (PDP) yang pertama dan yang kedua adalah pelanggaran terhadap etika," kata Meutya, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menegaskan, masyarakat tidak dibenarkan merekam orang lain di ruang publik tanpa persetujuan. Sebagai contoh, Meutya menyinggung keluhan masyarakat yang merasa tidak nyaman saat direkam ketika sedang beraktivitas, seperti berolahraga di jalan.
"Kasusnya kurang lebih sama dengan ketidaknyamanan yang disampaikan teman-teman misalnya yang sedang melakukan olahraga di jalan-jalan raya yang kemudian direkam tanpa izin," ungkap Meutya.
"Jadi kita akan melakukan atau berlakukan ini sebagai hal yang sama dan tentu kami juga mendengar bahwa sudah dilaporkan ke pihak kepolisian," sambungnya.
Meutya menjelaskan, proses penegakan hukum akan menjadi kewenangan kepolisian. Sementara itu, Kementerian Komdigi akan terus mengingatkan masyarakat bahwa tindakan merekam tanpa izin, khususnya terhadap perempuan dan anak, dapat melanggar ketentuan dalam UU PDP.
"Khususnya perempuan dan anak-anak dari kegiatan-kegiatan perekaman tanpa izin ini harus kita stop dan kita lakukan tindakan-tindakan serius di bidang masing-masing," jelasnya.
Selain memberikan peringatan, Komdigi juga akan menyiapkan langkah-langkah lanjutan untuk menangani persoalan serupa agar tidak kembali terulang.
Kasus ini mencuat setelah influencer Bryan Ebem menjadi sorotan di media sosial usai mengunggah konten yang menampilkan sejumlah usher di GIIAS 2026.
Baca Juga
Perbincangan semakin ramai setelah salah seorang usher membagikan pengalamannya melalui platform Threads. Dalam unggahannya, ia mengaku direkam tanpa persetujuan dan videonya diunggah ke media sosial tanpa izin.
Usher tersebut juga mengaku sempat meminta Bryan Ebem untuk menghapus atau menurunkan unggahan tersebut. Namun, menurut pengakuannya, permintaan itu justru dibalas dengan permintaan sejumlah uang yang disebut sebagai biaya produksi.
Candra Pratama/Disway