Opini . 30/10/2025, 20:13 WIB
Puisi puncaknya adalah adegan saat Lina berseru, “God, how many Thursdays dost Thou possess?” Tuhan, berapa hari kamis yang kau punya?
Kalimat itu mengguncang jiwa, karena di dalamnya ada kelelahan dan iman yang sama-sama abadi.
Di setiap Kamis, Lina membawa bunga dan selembar foto; hujan turun, tubuhnya menggigil, tapi ia tetap menunggu. Bagi Lina, waktu tak lagi linear — setiap Kamis adalah lingkaran abadi antara harapan dan kehilangan.
Ketika akhirnya ia meninggal di usia tua, generasi muda melanjutkan aksi itu. Denny JA menutupnya dengan satu kalimat yang membekas: “Some prayers are too faithful to die.” Beberapa doa tetap hidup, walau pendoanya telah tiada.
Puisi ini menyentuh hati karena mengubah penantian menjadi ibadah, dan menjadikan kehilangan sebagai kekuatan moral yang menolak dilupakan oleh sejarah bangsa.
-000-
3. Jeritan Setelah Kebebasan (2018). Sudah diterjemahkan menjadi Screams Following Liberation (2022)
Link Buku: https://drive.google.com/file/d/19VPQ8NrjCxVDEjAoCf1KEosIt7znDAEu/view?usp=sharing
Buku ini adalah peta luka Indonesia setelah reformasi. Denny JA memotret kebebasan yang berubah menjadi kekacauan, saat rakyat saling melukai atas nama suku dan Tuhan.
Dalam 25 puisi esai, ia merekam tragedi Maluku, Sampit, Lampung, Lombok, dan Jakarta — bukan sebagai laporan, tapi sebagai renungan eksistensial: bahwa demokrasi tanpa nurani hanya mengganti bentuk penindasan.
Puisi paling menggetarkan adalah “My Daughter’s Tears at the Mall.”
Kisah Koh Enlai, ayah Tionghoa yang kehilangan anaknya dalam kebakaran Mall Klender 1998, ditulis dengan detail lirih yang menghantui.
Setiap tahun, ia menyalakan lilin naga kecil — simbol cinta dan penyesalan — sambil berbicara kepada roh putrinya, Lian.
Pada malam tahun ke-24, lilin itu menjadi cahaya terakhir yang menuntunnya pada ketenangan; ia akhirnya percaya, putrinya kini menari di surga dalam wujud naga yang berputar di langit.
Puisi ini bukan sekadar kisah kehilangan, tapi tentang ketabahan manusia yang mencari makna dalam reruntuhan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id