Jadi Oposisi Pemerintah atau Berkoalisi, PKB dan Nasdem Tunggu Hasil Penghitungan KPU

fin.co.id - 23/02/2024, 15:50 WIB

Jadi Oposisi Pemerintah atau Berkoalisi, PKB dan Nasdem Tunggu Hasil Penghitungan KPU

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin bersama Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto

"Jadi posisi kami data sudah siap, hal-hal kecilnya sudah siap, tinggal menunggu tindak lanjutnya kawan-kawan PDIP sebagai partai terbesar, sebagai inisiator bagaimana selanjutnya" tuturnya. 

Hermawi menambahkan, jika nantinya hak angket tersebut jadi diajukan, pihaknya berharap adanya kesamaan derajat dan saling menghormati.

“Dalam kebersamaan itu kita inginkan ada kesederajatan, ada saling menghormati, ada saling menghargai, ada kesamaan equal, itu yang kami inginkan kalau nanti kami bersama-sama PDIP dan mungkin juga PPP kalau sama sama menggulirkan hak angket,” bebernya.

Hermawi menjelaskan alasan mereka mendukung hak angket yaitu karena ingin menegakkan kebenaran dan keadilan bangsa Indonesia.

BACA JUGA:

"Kenapa hak angket kita dukung? Kita inginkan kebenaran, kami bersekutu dengan siapa pun di republik ini yang punya itikad baik untuk menegakkan kebenaran dan keadilan bangsa indonesia," tutupnya.

Wacana hak angket di DPR RI terkait indikasi kecurangan Pilpres 2024 mencuat. Wacana ini didorong oleh capres nomor 3 Ganjar Pranowo dan didukung oleh paslon Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar. 

Presiden RI Joko Widodo menyebutkan usul menggunakan hak angket dalam menyelidiki penyelenggaraan Pemilu 2024 merupakan sebuah hak demokrasi. Dia mengaku tidak mempermasalahkan usulan penggunaan hak angket tersebut.

"Ya itu hak demokrasi, enggak apa-apa kan," kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan kepada media usai menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2024 di kawasan Ancol, Jakarta. 

Sejauh ini, partai yang terang-terangan menolak hak angket yakni Demokrat, Golkar dan PAN. (Anisa Aprilia)

Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis

Penulis FIN.CO.ID