Equitable Remedy

fin.co.id - 14/10/2023, 06:31 WIB

Equitable Remedy

Donald Trump kini menghadapi perkara perdata yang pelik. Ia digugat jaksa Letitia Ann James (kanan atas) dan disidangkan dengan hakim Arthur F. Engoron (kanan bawah).

Agus Suryono

SAYA sama sekali tidak paham dunia ini. Mungkin persis Abah yang tidak kenal dunia akuntan. Sehingga mudah terjadi "salah paham". Karena itulah, saat suatu saat DKM masjid kantor saya menyelenggarakan kursus "jualan secara online", saya ikut. Salah satu pengalaman dan pesan dari narasumber adalah.. 1). Saat mulai belajar, boleh jualan lewat market place. 2). Tetapi jika omset mulai agak besar, katanya, stop jualan lewat market place. Pindah, dan kelola sendiri pakai website. Tapi iklankan lewat semua medsos. Alasannya, jika lewat market place, saat omset mulai besar, market place suka ngintip. Kemudian berdasar spek dagangan kita, market place atau orang market place, pesan barang dengan spek yang sana ke "pabrik besar" dan atau bahkan ke Tiongkok. Kemudian mereka menjual produk yang mirip produk kita, Dengan kualitas lebih baik, dan harga lebih murah. Dengan kita jualan lewat website sendiri, maka data "intelijen" produk kita aman dari gangguan "kompetitor nakal" itu.. ### Logika saya bisa menerima. Tapi belum yakin ini beneran atau hanya "salah sangka"..

Jafar Baehaqi

Pak DI banyak menulis ttg Amerika, Tiongkok, Taiwan, India, dan lain-lain. Obyek tulisan kadang persoalan yang sangat sepele. Bahkan tidak layak untuk disebut news. Sudah lima hari ini perhatian dunia tertuju pada perang Hamas-Israel. Sejak perang dimulai, saya berharap pak DI menulis berita tentang itu. Namun hingga sekarang, tulisan yang saya tunggu tidak pernah hadir. Apakah tema Hamas, Palestina, dan Israel tidak menarik? Apakah dasar menarik tidaknya suatu berita bagi wartawan? Pertimbangan apa yang membuat pak DI tidak menganggap persoalan Palestina sebagai hal yang layak untuk ditulis?

Mirza Mirwan

Sebelum pandemi dulu saya pernah beli pakaian secara online. Dan kecewa. Memang harganya kelewat murah. Tetapi, ya amplop, ternyata bahannya kualitas paling kerak. Dalam foto sih kelihatannya bagus. Begitu terima barangnya -- 2pt celana pendek dan 1pt celana training -- saya sudah tahu, dalam beberapa kali pakai pasti celana itu akan "mbregidil" -- benang sintetisnya tercerabut. Dua celana itu langsung saya berikan ke tetangga, sedang yang training saya pakai sendiri. Dan benar. Setelah dua kali dicuci, training itu "mbregidil". Saya berikan ke tetangga pula. Sejak itu saya tak pernah lagi beli pakaian secara online. Tapi, lha iya ya, barang murah kok maunya kualitas bagus. La yumkin! Kini hanya untuk beli buah seperti Kurma Tanzania, Plum, atau Kersen (Talok), dan buah lainnya saja yang saya beli secara online. Itupun saya tak berani pilih yang harga murah, takut kecewa.

Handoko Luwanto

Jurnal Perusuh Disway Edisi: Jag-EV (12-10-2023) #_Nama___<Komentar><Kata>Pilihan #1_# Darko___<1><32> #2_Agus Suryono___<5><150> #3_alasroban___<1><4> #4_Alvito Wildani___<1><58> #5_Amat K.___<5><86>★ #6_AnalisAsalAsalan___<3><225>★ #7_bitrik sulaiman___<1><2> #8_DeniK___<3><34> #9_didik sudjarwo___<1><35> #10_Em Ha___<1><20> #11_Er Gham___<5><99> #12_Fa Za___<1><33>★ #13_Fachrizal Fadilah___<1><3> #14_Fauzan Samsuri___<1><18> #15_Fiona Handoko___<1><135>★ #16_Gregorius Indiarto___<1><17> #17_Handoko Luwanto___<2><124>★ #18_hoki wjy___<1><124> #19_imau compo___<2><234> #20_JIM vsp___<1><77>★ #21_Jo Neca___<9><112>★ #22_Johannes Kitono___<3><402>★ #23_Jokosp Sp___<4><187>★ #24_Kang Sabarikhlas___<3><162> #25_KawaiChoco _003___<1><1> #26_Ketut Bagiarta___<1><7> #27_Lagarenze 1301___<1><9> #28_lailatul qodariyah___<1><7> #29_Leong Putu___<10><256> #30_Liam Then___<13><1180>★★ #31_Liáng - βιολί ζήτα___<1><126> #32_Lukman Nugroho___<1><49> #33_Mahmud Al Mustasyar___<2><85>★ #34_Mirza Mirwan___<3><472>★ #35_Moh. Nasrudin___<1><15> #36_Mukidi Teguh___<1><180>★ #37☀_MULIYANTO KRISTA___<16>❖<164> #38_mzarifin umarzain___<3><95>★★ #39_rid kc___<1><34>★ #40_thamrindahlan___<1><20> #41_Tuan Sumartan___<1><2> #42_Udin Salemo___<5><260>★ #43_yea aina___<7><224> Total: 127 Komentar dengan 18 ★ dari 16 Perusuh

Agus Suryono

SAAT Tanah Abang masih jaya, saya beberapa kali ngantar istri "kulakan" di sana. Karena tidak paham, dari 3 kali kunjungan yang pertama, ternyata saya parkirnya di gedung parkir yang selalu beda. Jalan seputar Tanah Abang selalu macet. Bahkan lalu lintas di dalam tempat gedung parkir juga macet. Nah, atas saran seseorang, pada kunjungan ke 4, saya parkir di Sarinah. Kemudian naik bajay ke Tanah Abang. Sekarang, pasar Tanah Abang tidak macet lagi. Gedung parkirnya juga longgar. Tapi kayaknya justru di Sarinah sulit cari parkir. Karena setelah renovasi, kapasitas parkir Sarinah konon menyusut, meski sudah dilengkapi gedung parkir.. Lahan parkir lama kepotong buat "taman yang memang indah". Dan juga bangunan penghias halaman..

Hari Purwanto

belanja barang online, pasti ada aja pengalaman kecewanya, pernah beli barang (cedal) lewat "LZD" , sy order ukuran XL ( ini buat jaga2 aja takutnya kekecilan, biasanya pake ukuran L). Barang yg dateng bener label ukuranya XL, pas mau dipake boro2 muat, nyampe paha di atas dengkul dikit aja udah mentok. komplain by chat sambil kirim foto barang, jawabnya ngotot, itu udah benar sesuai label ukuran XL, komplain ulang berkali-kali jawabnya sama. gak tanggungjawab banget. komplain ke CS nya LZD by phone (petugas CS laki2)...anehnya jawabnya persis mirip si penjual...."itu barang udah benar sesuai label ukuran XL". sy protes meski labelnya XL tp kecil sekali-label itu ga bener, dia tetep ngotot n kukuh dg jawaban semula. sy dongkol dan bilang : kalo kamu dipakein BH mau nggak dianggep sbg perempuan" telp langsung diputus... wk.wk.wk.

Agus Suryono

SUATU saat istri beli barang sederhana lewat online. Harganya hanya di bawah Rp 20 ribu, sudah termasuk ongkir. Begitu paket sampai, barang yang dikirim beda. Kebangetannya, yang dikirim adalah 1 (satu) biji TUSUK GIGI. Dan dimasukkan dalam amplop. Herannya, perusahaan logistik juga tidak komplain meski isinya tidak masuk akal. Saat ketemu pengirim paket, beliaunya bilang: "Saya hanya mengantarkan paket". ### Tega nian pedagang ini. Jadi kepikir, pedagang kayak gini pasti pedagang kecil. Terus kepikiran, kapan bisa besar kalau caranya tidak berkah. Tapi kok ya ada.. (Heran berat).

Lagarenze 1301

Admin
Admin
Penulis

FIN Biro Karawang Bekasi