John juga terus berusaha menambah latihan jalan kakinya: kini sudah bisa mencapai 4 km.
Itu bukan untuk menghemat kain.
John pernah terkena stroke di jantungnya. Justru di saat yang amat kritis: di masa kampanye untuk menjadi caleg. Padahal saingannya di dapil itu sangat berat: kaya raya, terkenal, dokter ahli bedah jantung, pandai pidato, profesor emeritus, dosen teladan, presenter TV, dan penulis. Dan yang paling penting: ia didukung penuh oleh Presiden Donald Trump. Namanya: dokter Dr Mehmet Oz. Mantan presiden Trump sampai beberapa kali kampanye untuk dokter Oz. Media seperti sudah memastikan John, dari Demokrat, pasti kalah. Pun hasil survei. Apalagi kesehatan John begitu buruk dengan ukuran badan begitu gajah.
Ternyata John yang menang.
John memang orang istimewa. Ia ahli keuangan. Lulusan Harvard. Ia berhenti bekerja. Ingin menjadi wali kota. Tidak dapat gaji. Ia minta kakaknya mencukupi biaya hidupnya sebagai wali kota.
Kota yang ingin ia bela itu: Braddock. Kecil sekali. Di ketiak kota besar Pittsburgh. Penduduknya hanya sekitar 2.000 orang. Setingkat satu kelurahan kecil di Jawa.
Nasib kota itu jelek sekali. Terutama setelah ''ekonomi pabrik'' berubah menjadi ''ekonomi komputer''. Baddock adalah kota industri penting di masa lalu. Pabrik baja pertama ada di kota ini. Disusul dengan banyak pabrik turunannya. Di zaman modern, kota Baddock ditinggalkan pabrik-pabriknya. Lalu penduduknya. Baddock jadi kota tua yang begitu renta.
John tergugah untuk membangun kembali kota itu. Dengan sepenuh hatinya. Ia tidak digaji. Tidak mau fasilitas apa pun. Berhasil. John terpilih kembali. Ia menaikkan gaji pekerja di atas aturan negara. Ia legalkan cannabis –semacam ganja di Aceh. Ia bangun pusat-pusat industri kreatif.
Kiprah John jadi buah bibir di mana-mana. Sampai seorang wanita dari jauh mengidolakannya. Ingin bertemu dengannya. Mula-mula ingin tahu seperti apa orangnya. Setelah bertemu dia jatuh cinta. Jadilah istrinya. Sampai sekarang. Mereka diberi dua orang anak.
Setelah itu John ikut Pilkada negara bagian: calon wakil gubernur. Di sana disebut Letnan Gubernur. Menang. Lalu jadi calon anggota Senat. Mengalahkan Dr Oz justru di saat badannya lagi tembem menyeluruh dan terkena stroke.
John kini berjas dan berdasi. Pakaian harus diatur. Siapa tahu kelak akan ada anggota senat wanita yang bersidang dengan pakai daster. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan
Edisi 6 Oktober 2023: Tegur Jesus
Em Ha
Hmmm.. nampaknya, iya tak iya juga om. Mestinya warga masyarakat diuntungkan, negara banyak dapat dana segar. Seharusnya trump dikenakan tarif tax amnesti, atau pengungkapan sukarela, atau Pajak atas revaluasi asset. Mudah2an ibu Sri Mulyani baca CHD ini, trus perintahkan jajarannyi di DJP keluarkan Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK) terhadap perusahaan2 trump. Data Apraisal ada, laporan keuangan audited. Tunggu apa lagi, segera terbitkan SKPKB alias Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar. Segera terisi pundi negara. Pundi yg dapat membiayai IKN hingga tuntas, pundi yang dapat memperpanjang WHOOSH hingga surabaya, pundi yang menuntaskan tol trans sumatra. Oop... sorry om Er Gham, sudah komentar panjang, salah pulak. Rupanya Trump bukan WNI. Mohon maaf bu Sri Mulyani.