"Jadi, mobil itu bukan untuk mewah-mewahan," kata Ibnu.
(BACA JUGA:Mendag: Pemerintah Bakal Genjot Ekspor CPO untuk Dongkrak Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit)
Dia menjelaskan bahwa sejak bulan Januari 2022, yakni masa transisi, pihaknya sudah menurunkan semua fasilitas operasional.
"Ini bagian dari komitmen kami, bukan sekarang saja, melainkan sejak Januari 2022, supaya dana lembaga fokus pada program lembaga," kata Ibnu.
Kini, kata Ibnu, semua mobil mewah itu telah dijual untuk menutupi operasional sukarelawan dan program ACT. Ibnu mengaku untuk level ketua yayasan seperti dirinya menggunakan kendaraan berupa Innova. Jabatan direktur serta vice presiden yang tak lagi mendapat keistimewaan.
"Untuk level ketua yayasan seperti saya, menggunakan kendaraan Innova lama, ini pun mobil sewaan. Untuk beberapa direktur vice presiden kami berikan operasional bukan pribadi, melainkan untuk pekerjaan lembaga berupa Avanza atau Xpander, bukan inventaris lembaga, melainkan masih ke penyedia vendor-vendor," kata dia.
Dikesempatan tersebut, Terkait dengan pemberitaan di media massa, serta percakapan di sosial media, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyampaikan permohonan maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi.