Pengakuan Penjual Obat Keras di Tangerang, Berkedok Jual Kosmetik, Bos Berada di Aceh Setoran Tiap Bulan

Pengakuan Penjual Obat Keras di Tangerang, Berkedok Jual Kosmetik, Bos Berada di Aceh Setoran Tiap Bulan

Ilustras obat-obatan terlarang. (ist)-Rikhi Ferdian-FIN

TANGERANG, FIN.CO.ID - Peredaran obat keras tanpa izin di Kabupaten Tangerang, Banten, kian marak. 

Obat keras ilegal itu diperjualbelikan secara bebas di toko-toko yang berkedok menjual kosmetik.

(BACA JUGA:Begini Pengakuan Warga Soal Keseharian Tukang Es Buah yang Tusuk Preman di Bekasi )

Dari penelusuran FIN.CO.ID, salah satu toko yang menjual obat keras tanpa izin ini berada tak jauh dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang yakni di kawasan kampung Bugel, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dari pantauan di lokasi, para pembeli obat keras itu didominasi oleh usia remaja baik perempuan maupun laki-laki.

Mereka hilir mudik mendatangi toko tersebut untuk membeli obat-obatan jenis Tramadol dan Excimer.

Wartawan FIN.CO.ID mencoba berbincang dengan seorang pria yang diketahui sebagai penjaga toko. 

(BACA JUGA:Preman Tewas Ditusuk Pedagang Es Buah di Bekasi, Ternyata Terkenal Tukang Mabuk)

Dia mengaku dirinya hanya bertugas menjaga toko dan melayani para pembeli.

Sedangkan obat-obatan keras tanpa izin itu dipasok oleh bos nya yang dia akui berasal dan menetap di daerah Aceh.

"Kalau ini semua punya bos, dia ada di Aceh, saya cuma jaga aja, sistem setoran tiap bulan," kata pria penjaga toko yang namanya tidak ingin disebutkan, Selasa 25 Mei 2022.

Dia mengungkapkan, ada dua jenis obat yang dijual yakni Tramadol dan Excimer atau yang dia sebut sebagai obat kuning. 

(BACA JUGA:Pengamat Sebut dari Sekian Capres Milenial, AHY dan Puan Lebih Berpeluang Diusung di Pemilu 2024)

Setiap butirnya dijual seharga Rp10.000 atau Rp100.000 setiap satu strip obat.

Sumber: