finn.co.id - Timnas Brasil menatap Piala Dunia 2026 dengan optimisme tinggi setelah menunjuk pelatih asal Italia Carlo Ancelotti sebagai arsitek tim. Dengan materi pemain bertabur bintang, Selecao berambisi mengakhiri penantian panjang untuk kembali mengangkat trofi juara dunia.
Berdasarkan laman FIFA, Sabtu, Brasil tergabung di Grup C bersama Skotlandia, Maroko, dan Haiti. Tim Samba akan memulai perjuangannya di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dengan menghadapi Maroko pada laga pembuka.
Brasil masih menyandang status sebagai negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia. Tim asal Amerika Selatan tersebut telah mengoleksi lima gelar juara yang diraih pada 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. Selain itu, Brasil menjadi satu-satunya negara yang selalu tampil di setiap edisi Piala Dunia sejak pertama kali digelar pada 1930.
Meski terus diperkuat banyak pemain kelas dunia setelah meraih gelar terakhir pada 2002, Brasil belum mampu kembali mencapai puncak dunia hingga edisi 2022. Nama-nama besar seperti Ronaldo Nazario, Ronaldinho, Kaka, hingga Adriano pernah memperkuat Selecao dalam upaya mengembalikan kejayaan tersebut.
Salah satu kenangan paling pahit dalam sejarah sepak bola Brasil terjadi pada Piala Dunia 2014. Ketika menjadi tuan rumah, mereka harus menerima kekalahan telak 1-7 dari Jerman pada babak semifinal, hasil yang masih membekas hingga kini.
Memasuki Piala Dunia 2026, Brasil memulai babak baru bersama Carlo Ancelotti. Pelatih berusia 66 tahun itu menjadi pelatih asing pertama yang menangani timnas Brasil secara permanen.
Ancelotti dikenal sebagai salah satu pelatih paling sukses di Eropa setelah menukangi sejumlah klub elite seperti Real Madrid, AC Milan, Chelsea, Bayern Muenchen, Manchester United, dan Paris Saint-Germain. Kehadirannya diharapkan mampu membawa stabilitas sekaligus mengangkat performa Brasil yang sempat inkonsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Untuk menghadapi turnamen nanti, Ancelotti mengandalkan perpaduan pemain berpengalaman dan talenta muda. Neymar, Vinicius Junior, Raphinha, Bruno Guimaraes, Matheus Cunha, Marquinhos, hingga Endrick diproyeksikan menjadi pilar utama tim.
Sorotan utama tertuju pada Neymar yang kembali masuk skuad setelah sempat diterpa cedera panjang. Meski kondisi fisiknya sempat menjadi tanda tanya, Ancelotti tetap memberikan kepercayaan kepada penyerang berusia 34 tahun tersebut karena pengalaman dan kualitasnya dinilai masih sangat dibutuhkan.
Di sektor depan, Brasil memiliki lini serang yang disebut sebagai salah satu yang terbaik di turnamen. Vinicius Junior diandalkan untuk memberikan kecepatan dan kreativitas dari sisi sayap, sementara Raphinha datang dengan performa impresif bersama Barcelona. Di sisi lain, Endrick berpotensi menjadi salah satu pemain muda yang mencuri perhatian sepanjang kompetisi.
Baca Juga
Kekuatan Brasil juga ditopang keseimbangan di sektor tengah dan belakang. Casemiro masih menjadi figur penting di lini tengah, sedangkan Marquinhos dipercaya memimpin pertahanan berkat pengalaman panjangnya di level internasional.
Meski memiliki kualitas individu yang sangat baik, perjalanan Brasil menuju Piala Dunia 2026 tidak sepenuhnya berjalan mulus. Performa yang sempat naik turun pada kualifikasi zona Conmebol memunculkan keraguan mengenai konsistensi permainan mereka. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Ancelotti untuk membangun tim yang solid sebelum turnamen dimulai.
Ancelotti sendiri menegaskan bahwa Grup C tidak bisa dianggap mudah. Ia menilai Maroko, Haiti, dan Skotlandia memiliki kualitas yang layak diwaspadai. Karena itu, Brasil dituntut tampil fokus dan disiplin sejak laga pertama jika ingin melangkah jauh.
Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan besar bagi Brasil untuk mengakhiri puasa gelar yang telah berlangsung sejak 2002. Jika kembali gagal menjadi juara, Selecao akan mencatat masa tanpa gelar terpanjang dalam sejarah keikutsertaan mereka di ajang Piala Dunia.
Daftar Pemain Brasil di Piala Dunia 2026