Inter Takut Lawan Juventus

Inter Takut Lawan Juventus

ROMA - Sejak dikukuhkan sebagai Presiden Lega Serie A, Januari lalu, Paolo Dal Pino sudah paham posisinya tidak terlalu disukai para elit. Bebannya memang berat, selain mengakurkan para elit liga, Dal Pino juga harus dihadapkan peliknya mengurus masalah Serie A. Apalagi ia bukan pilihan dari dua kubu raksasa Serie A dalam pemilihan dirinya. Ia merupakan kandidat yang menang usai mengalahkan Gaetano Miccichi. Sebulan mengisi kursi presiden, Dal Pino dihadapkan pada ujian pertamanya. Virus Corona mulai menyebar ke Utara Italia. Laga Serie A di tiga zona merah Lombardy, Veneto dan Reggio Emillia terpaksa ditunda atau tanpa penonton. (selengkapnya lihat infografis). Efeknya langsung mengena pada pengincar scudetto musim ini, Inter Milan. Dua laga termasuk Derby d'Italia melawan Juventus, membuat asa Nerazurri kembali ditunda akibat virus tersebut. Alih-alih memberi dukungan kepada pemerintah agar liga bersih dari Corona, para ultras Inter malah menggeruduk Kantor Lega Serie A, kemarin. Ultras Inter dari Curva Nord mengibarkan spanduk besar di depan markas Lega Serie A. Spanduk itu bertuliskan 'Calciopoli, apakah ini terjadi lagi?'. Calciopoli merujuk pada kasus setidaknya 20 pertandingan Juventus yang dianggap mencurigakan dan terindikasi kuat hasil kongkalikong dengan wasit pada musim 2005-2006. Hal itu justru membuat Menteri Olah Raga Italia, Vincenzo Spadafora berang. Ia menyalahkan fenomena virus Corona dibawa para pendukung sebagai bahan politik. "Kami tidak menerima ini sebagai bentuk partisan Kita semua harus melampaui kepentingan pribadi kita, politik dan olahraga, baik untuk direktur dan penggemar," ujarnya dilansir dari Kantor Berita ANSA. "Sekarang yang harus kami (pemerintah) adalah kesehatan warga dan pencegahannya," tambahnya. Sebelumnya, Direktur Inter Milan, Beppe Marotta, mengkritisi pemberitahuan penundaan lima laga Serie A di pekan ke-26 cukup mengejutkan. Pasalnya, hanya beberapa jam saja sebelum laga dimulai. “Keputusan Lega Serie A tersebut dibuat sangat, sangat terlambat,” ujar Marotta kepada Sky Sport Italia. Marotta pun mengaku klubnya dihadapkan pada posisi sulit. Tidak hanya Inter, tapi juga Juventus yang harus mengubah semuanya demi menghadapi Liga Champions. "Ini (Inter dan Juventus) adalah tim yang akan menghadapi pertandingan Eropa, kami berada dalam situasi yang sangat sulit. Jika mendadak, semua akan kerepotan," terangnya dengan penuh kekecewaan. Kekecewaan Marotta atas penundaan itu ditanggapi sinis oleh Paolo Dal Pino. Dilansir dari Gazetta De La Sport, pihaknya telah memberi jadwal baru agar Derby d'Italiy melawan Juventus dihelat hari ini Senin (2/3), namun Inter menolaknya. "Tepatnya pada Jumat (28/2) CEO De Siervo dan saya menawari Inter untuk bertanding melawan Juventus pada Senin, tapi mereka menolaknya," beber Dal Pino. "Pada Jumat malam kami mengetahui bahwa ada tiga Stadion regional bisa dibuka, tapi mereka menolak itu," tambahnya. Secara eksplisit, Dal Pino menuding Inter egois dan tidak berbicara bohong tentang pertemuan itu. "Marotta hanya tahu akan kebutuhan Inter dan saya melindungi para klub Serie A aman bertanding," tandasnya. Di saat para ultras Inter menuduh ada calcipopoli, para pendukung Napoli malah membuat spanduk yang mengesankan. "Tidak ada persaingan dalam tragedi. Bersatu melawan COVID 19. (fin/tgr)

Sumber: