Ekspor Produk Laut Sumsel Terjun Bebas

Ekspor Produk Laut Sumsel Terjun Bebas

PALEMBANG – Wabah virus korona mulai berdampak terhadap ekspor komoditas Sumsel. Salah satunya hasil kelautan dan perikanan. Produk yang paling kena imbasnya adalah udang belalang. Volume ekspor udang jenis ini periode Januari-Februari 2020 mengalami penurunan hingga 90 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya periode yang sama. ? Kondisi itu diungkap Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) Palembang, Sugeng Prayogo melalui Kasubsie Pengawasan, Pengendalian dan Informasi (Wasdalin), Erik Ariyanto. Katanya, selama ini udang Belalang hasil tangkapan nelayan Sumsel dikirim ke Jakarta untuk selanjutnya diekspor ke berbagai negara seperti Tiongkok, Malaysia dan Singapura. “Tapi sejak merebaknya virus korona, pemesanan udang Belalang menurun drastis,” ungkapnya, kemrin. Pemesanan udang belalang di Januari 2019 mencapai 363.020 ekor. Sementara di Februari 2019, jumlahnya meningkat menjadi 365.380 ekor. Nah, Januari tahun ini, volume ekspor udang ini hanya 215.300 ekor. Pada Februari 2020 merosok tajam hingga hanya dipesan 39.100 ekor. "Dari data yang kami miliki, transaksinya memang turun sangat drastis," katanya. Salah satu faktor, korona menyebabkan penerbangan ke luar negeri, khususnya RRT banyak yang ditutup. Sementara distribusi udang belalang ini menggunakan pesawat. "Secara otomatis, jika penerbangan ditutup pengiriman ke luar negeri tak bisa dilakukan," ungkapnya. Dia optimistis, pemesanan udang belalang akan kembali stabil setelah serangan virus korona berhasil ditanggulangi. "Kalau penerbangannya dibuka, penjualan udang belalang tentunya akan kembali stabil," terang Erik. Selain udang belalang, produk perikanan yang turut terimbas wabah korona yakni kepiting. Menurut Erik, jumlah kepiting yang diekspor di Januari 2019 mencapai 33.470 ekor. Turun di Februari 2019 yang mencapai 22.062. Tahun ini, pada Januari lalu tercatat 12.050 ekor. Jumlahnya turun drastis di Februari 2020 yang mencapai 3.735 ekor. Begitu pun dengan produk ikan hias. Untuk jenis Louhan mengalami penurunan pengiriman menjadi 297 ekor di Januari 2020. Jumlah tersebut turun cukup besar jika dibandingkan tahun sebelumnya di periode yang sama yang mencapai 1.123 ekor. "Kita berharap penanganan virus korona bisa cepat teratasi sehingga kondisi kembali stabil," pungkas Erik. (Kos/ce1)

Sumber: