4 Pemuda Perkosa Siswi SMA di Kebun

4 Pemuda Perkosa Siswi SMA di Kebun

BATURAJA - Aparat Satreskrim Polres OKU Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), di-back up Tim Resmob berhasil meringkus tiga dari empat pemuda desa yang telah memperkosa siswi kelas satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Baturaja. Ketiga tersangka masing-masing berinisial Hs (19), Rg (17), dan An (19), ketiganya warga Desa Lubuk Batang Baru, Kecamatan Lubuk Batang. Satu tersangka lagi masih buron dan sudah diketahui identitasnya. Mereka ditangkap di rumah orang tuanya masing-masing oleh aparat Unit PPA dan Resmob Satreskrim Polres OKU pimpinan AKP Wahyu Setyo Pranoto, Jumat (27/03), sekitar pukul 14.30 WIB. Saat ini ketiga tersangka sudah diamankan di Polres OKU Ruang Unit PPA setempat guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Para tersangka ditangkap atas dugaan telah melakukan pemerkosaan anak di bawah umur. Korban sebut saja namanya Bunga (15) warga Kemelak, yang masih berstatus pelajar kelas satu SMA di Kota Baturaja. Pantauan Palembang Pos, tak lama ketiga tersangka digelandang ke Ruang Unit PPA, tampak para orang tua pelaku datang hendak melihat anak-anak mereka. Bahkan ibu pelaku atas nama Hs histeris depan pintu masuk gedung Unit PPA. Dia menangis karena tak menyangka anak pertamanya tersebut akan berurusan dengan pihak kepolisian dengan kejahatan asusila. “Raso mimpi anakku ini ditangkap polisi. Tega nian dio kalau dio memperkosa. Idak mandang lagi apo ibunyo ini jugo betino,” kata Na (41), ibu tersangka Hs, yang tak henti-hentinya menangis di depan Ruang PPA. Tak lama berselang datang pula pria membawa kantong plastik. Pria tersebut mengaku bapak dari tersangka Rg sekaligus masih ada hubungan keluarga dengan tersangka An. Pria berinisial Mg tersebut rupanya hendak menitipkan pakaian dan makanan untuk anaknya. Mg datang ingin memastikan sendiri apakah anaknya benar-benar di bawah ke kantor polisi atau malah oleh orang tak bertanggung jawab. “Tadi memang saya melihat langsung anak saya dibawa orang katanya polisi dari Polres OKU. Saya disarankan tetangga untuk ngecek langsung ke Polres. Ya siapa tahu zaman sekarang Pak, banyak penculikan,” kata Mg. Polisi belum membolehkan para orangtua pelaku untuk menemui anaknya. Karena memang para pelaku sedang menjalani pemeriksaan. Informasi yang berhasil didapat menyebutkan, para pelaku “menggilir” korban di sebuah kebun. Akibat perbuatan pelaku Bunga sampai shock dan juga mengalami pendarahan. Siswi berparas cantik tersebut kenal dengan pelaku melalui media sosial Facebook. Tidak ada hubungan spesial antara Bunga dengan salah satu pelaku. Seperti pacaran atau kawan akrab yang sudah lama saling kenal. Dari Facebook itulah kemudian salah satu pelaku mengajak Bunga untuk bertemu alias kopi darat. Tak dinyana oleh Bunga, pelaku kemudian mengajak temannya yang lain dan merudapaksa dirinya bergantian di salah satu kebun di kawasan Kecamatan Lubuk Batang. Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK MH saat dikonfirmasi Minggu (29/03), membenarkan penangkapan tersebut. “Benar ada penangkapan tiga tersangka sebagai pelaku pemerkosaan anak di bawah umur. Saat ini ketiganya sudah kita amankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres OKU,” kata Kapolres. (len)

Sumber: