Saling Serang Ruhut Sitompul dan Kader Demokrat di Twitter

Saling Serang Ruhut Sitompul dan Kader Demokrat di Twitter

JAKARTA- Kader Partai Demokrat, Jansen Sitindaon berseteru dengan Politikus PDI-P Ruhut Sitompul. Hal ini bermula ketika Jansen bertanya ke Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tentang definisi netral. Jansen meminta agar Marsekal mengontrol anggota TNI yang aktif di media sosial yang menulis status-status yang bernuansa politik. "Nuwunsewu pak @TjahjantoHadi kami mau bertanya: makna TNI Netral itu seperti apa? Jika di medsos ada TNI aktif nulis status diksinya bawa² "pemerintah masa lalu", itu masih netral apa tidak? Penting ini dijawab. Jika itu benar biar yg lain bisa ngikuti kalau salah ya ditertibkan," tulis Jansen di akun twitternya. Jansen juga mention akun TNI AD dan kepala Staf TNI AD, Andika Prakasa. "Karena tidak tahu akun beliau pertanyaan yang sama juga kami ajukan kepada Bapak Jend Andika Perkasa selaku Kepala Staf @tni_ad. Agar soal netralitas ini bisa kembali diterangkan sehingga bisa jadi pegangan kita semua termasuk anggota TNI. TNI adalah milik NEGARA pelindung kami dan kita semua." Katanya Jansen. Cuitan Jansen ini diduga terkait status facebook dari Komandan Paspampres (Danpaspamres) Mayjen Maruli Simanjuntak, yang juga merupakan menantu Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam akun facebooknya, Maruli menyinggung para pengkritik pemerintah. Namun bukannya dijawab oleh Panglima TNI, cuitan Jansen tersebut malah dibalas oleh Ruhut Sitompul. Ruhut bilang dia mendukung status facebook yang ditulis Maruli. Menurut Ruhut, itu bentuk pembelaan Maruli ke mertuanya yang telah dihina. "@jansen_jsp Aku sangat mendukung yang dilakukan May Jen TNI AD Kopassus MS, Komandan membela Mertua yang dihina Manusia yang tidak bermoral, tidak bertanggung jawab, Jhon F Kennedy tegas mengatakan pada krisis moral seseorang masih tinggal netral neraka jahanam yg pantas utknya," ungkap Ruhut Sitompul. Jansen Sitindaon rupanya kesal, dia meminta Ruhut agar tidak menjawab pertanyaan tersebut. "Aku kan tdk ada nanya pendapat abang? Apa sudah jadi jubir panglima abang sekarang? Agar resmi lebih baik kita tunggu jawaban pak @TjahjantoHadi pak Andika & institusi TNI aja. Jika tidak ada tindakan berarti dibolehkan. Artinya kita harus siap-siap 400 ribu prajurit lain niru. Ini yang bahaya." Kata Jansen. Tidak tinggal diam, Ruhut lantas kembali menyerang Jansen. "Ha ha ha sok mengedepankan Demokrasi melarang Aku berpendapat ka’cian deh langsung minder nie ye malu Aku lihat politisi Calon DPR RI dari dapil Aku Sumut 3 pantas kalah mutlak ya pantas masih harus banyak belajar “dang makuling mudarMi” Mauliate Shalom," tulis Ruhut. "Hehe.. Ngegas tapi tidak baca twitt. Siapa yang melarang mu berpendapat? Apa ada kata² itu? Silahkan aja berpendapat sebebas mu tapi tak usah mention² ke namaku. Karena aku tidak bertanya ke kau dan tak butuh jawabanmu. Yang kita tunggu itu jawaban pak panglima, bukan jawabanmu bang. Jelas ya!" Balas Jansen "Yang kedua bang @ruhutsitompul: jangan setiap abang terpojok dalam perdebatan selalu nyerang pribadi. Caleg gagal lah dll. Aku selama ini menghindari benar nyerang pribadi abang. Walau kutahu banyak yang bisa dijadikan bahan serangan. Jawab saja narasi dengan narasi. Sehat selalu utk abang," sambung Jansen. "Krn bang @ruhutsitompul terus nyerang aku dgn tuduhan caleg gagal, publik jg harus tahu: suaramu di Pileg itu cuma 34 rb bang. Terpilih DPR bukan karena suara pribadi tp BANTUAN SUARA PARTAI & caleg lain. Jd jgn lagi terus merasa sok hebat. Kalau tadi suara ratusan ribu okelah," ujar Jansen lagi.(dal/fin). Berikut status facebook Mayjen Maruli Simanjuntak yang diperdebatkan Ruhut dan Jansen. Kritik kepada Pemerintah adalah hal yg lumrah, bagian dari proses untuk mencapai tujuan, namun jangan percaya pada orang yg mengkritik; 1. Bekas pejabat Pemerintah masa lalu, atau diberhentikan. Komisaris, Deputy dsbnya (dulu kemana saja) 2. Orang yang ingin jadi pejabat, tapi kalah pilkada, atau tidak terpilih menteri dll. 3. Silahkan isi lagi ........ Google namanya umumnya kira 2x begitu. Status Facebooknya yang lain yaitu: SD sedang berpikir keras untuk paling tidak menghindar, F mencoba menggalang kekuatan. Jaman sudah berubah Bung !!. Sebagian besar sdh berpikir kedepan. Apa tidak pernah lihat K sdh nangis 2x di sidang, memang ada yg peduli?? Paling hanya orang yg menanggapi di Medsos, sesudah itu lanjut sidang lagi. "Mulutmu Harimaumu"

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: