News

Ulama Jawa Barat Abah Aos Sebut Anies Baswedan Imam Mahdi: Yang Tidak Memilihnya Dajjal!

Anies Baswedan disebut sebagai Imam Mahdi. Pernyataan itu disampaikan oleh ulama kharismatik Jawa Barat, Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul atau Abah Aos. 

Abah Aos berbicara di hadapan jamaahnya dalam sebuah ceramahnya. Mulanya, dia mengatakan bahwa lawan dari Dajjal adalah Imam Mahdi. 

Untuk itu, Abah Aos mengakui telah mendeklarasikan dukungan kepada Calon Presiden Anies Baswedan untuk maju dalam Pilpres 2024.

Sebab Anies Baswedan menurutnya adalah Imam Mahdi yang akan menjadi lawan dari Dajjal nanti 

"Lawa Dajjal itu adalah Imam Mahdi, maka itu Aba sudah deklarasi 2024 memenangkan Anies Baswedan. Calon Presiden 2024. Kenapa, (karena) dia Imam Mahdi," ujar Abah Aos dikutip dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Kamis 20 Juli 2023. 

BACA JUGA:

Lebih lanjut ulama asal Ciamis Jawa Barat ini berujar, semua ulama telah menjatuhkan fatwa haram jika tidak mendukung Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.

Bukan saja itu, Abah Aos juga menyebut bahwa yang tidak mendukung Anies Baswedan adalah Dajjal.

"Semua seluruhnya, haram (jika) tidak mendukung Anies Presiden Indonesia 2024, Dajjal. Karena siapa Imam Mahdi? Profesor Doktor Anies Rasyid Baswedan, itu Imam Al Mahdi," katanya.

Abah Aoes juga mengutip surat Yusuf dalam Alquran ayat ke 96 yan berbunyi: "Maka ketika telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diusapkannya (baju itu) ke wajahnya (Yakub), lalu dia dapat melihat kembali".

BACA JUGA:

Abah Aos mengatakan, dia mendapatkan petunjuk untuk mendukung Anies Baswedan melalui surat Yusuf tersebut.

"Surat ini untuk Abah Aos. Anies tidak tahu, tapi Abah tahu," ujarnya.

Video ceramah Abah Aos yang sekaligus berkampanye itu mendapat banyak tanggapan negatif dari netizen. Teramasuk salah satu respon keras datang dari Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) bidang da'wah, KH Cholil Nafis. 

Cholil menilai bahwa ceramah itu bisa menjadikan pemilu menjadi runyam. Cholil menyayangkan ceramah tersebut menjadikan agama sebagai senjata mengalahkan yang lain dan mengkerdilkan pihak lawan. 

"Yang begini bikin runyam pemilu. Jangan ditiru model kampanye begini. Pilres bukan perang tapi memilih orang terbaik pemimpin bangsa. Semua saudara.   jangan jadikqn agama senjata mengalahkan dan mengkerdilkan yang lain. Tidak benar itu Imam Mahdi," kata Cholil di Twitter. (*)

 

Admin
Penulis