Mohon Maaf, Indonesia Tak Akui Pemerintah Taliban

Mohon Maaf, Indonesia Tak Akui Pemerintah Taliban

Anggota delegasi Taliban menghadiri pertemuan internasional, yang membahas Afghanistan, di Moskow, Rusia, Rabu (20/10/2021). -Pool via Reuters-Alexander Zemlianichenkohp.-ANTARA

JAKARTA, FIN.CO.ID - Indonesia belum mau mengakui pemerintah Taliban di Afghanistan.

Penegasan Indonesia tak mengakui pemerintahan Taliban diungkapan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah.

Meski demikian, Pemerintah Indonesia akan tetap menjalankan misi bantuan kemanusiaan di Afghanistan.

(BACA JUGA:Gempa Afganistan Telan 2000 Korban, Taliban Minta Bantuan Internasional)

(BACA JUGA:Syafiq Hasyim Geram, Ustaz Khalid Basalamah Anjurkan Wayang Dimusnakah: Gaya Dakwahnya Mirip Penguasa Taliban!)

Dijelaskan Faizasyah, selain menjalankan misi kemanusiaan, pihaknya juga terus memberikan informasi dan masukan kepada pemerintah pusat di Jakarta terkait berbagai perkembangan yang perlu dicermati di Afghanistan selama negara itu berada di bawah pemerintahan Taliban.

“Sejauh ini kebijakan Indonesia belum banyak berubah,” katanya dalam keterangannya, Kamis, 25 Agustus 2022.

Diketahui Afghanistan telah setahun diambil alih Taliban.

(BACA JUGA:Bom Mobil Taliban Tewaskan 12 Pasukan Keamanan)

(BACA JUGA:Taliban Vs Pasukan Afghanistan, 58 Tewas)

Terkait posisi Indonesia, Faizasyah kembali menekankan bahwa Indonesia telah menetapkan sejumlah parameter yang menjadi rujukan untuk melihat pelaksanaan pengelolaan suatu negara atau pemerintahan yang dilakukan Taliban.

Parameter yang dimaksud termasuk pembentukan pemerintahan yang inklusif yang melibatkan semua elemen masyarakat, penghormatan pada hak asasi manusia termasuk kelompok minoritas dan perempuan, serta tidak menjadikan wilayah Afghanistan sebagai tempat pertumbuhan aktivitas terorisme.

“Dalam setahun ini, memang kita belum bisa memberikan suatu penilaian adanya kemajuan yang signifikan atas ketiga parameter tersebut, sehingga masih diperlukan waktu untuk kita mengubah posisi yang sudah kita garisbawahi sejak setahun lalu, dan memberikan suatu pengakuan khusus bagi perkembangan di Afghanistan,” kata Faizasyah.

(BACA JUGA:Kelompok Taliban Berkunjung ke Indonesia)

Sumber: