Tentukan jumlah dana yang dapat disisihkan setiap bulan tanpa mengganggu kebutuhan pokok keluarga.
Idealnya, tabungan pendidikan dimasukkan ke dalam anggaran bulanan sebagai prioritas, bukan menggunakan sisa pengeluaran di akhir bulan.
Metode ini membantu membangun kebiasaan menabung secara konsisten sekaligus mempercepat pencapaian target dana pendidikan.
3. Lengkapi dengan Investasi
Mengandalkan tabungan saja sering kali belum cukup untuk mengejar kenaikan biaya pendidikan.
Karena itu, orang tua dapat mempertimbangkan investasi sebagai pelengkap.
Pemilihan instrumen investasi sebaiknya disesuaikan dengan target waktu penggunaan dana.
Jika dana akan digunakan dalam waktu kurang dari lima tahun, instrumen berisiko rendah seperti deposito atau pasar uang dapat menjadi pilihan.
Sementara itu, untuk target lebih dari 10 tahun, investasi dengan potensi imbal hasil lebih tinggi dapat dipertimbangkan sesuai profil risiko masing-masing.
Diversifikasi investasi juga penting agar risiko dapat dikelola dengan lebih baik.
Baca Juga
4. Manfaatkan Program Beasiswa
Selain menyiapkan dana sendiri, orang tua juga dapat memanfaatkan berbagai program bantuan pendidikan yang tersedia.
Pemerintah maupun lembaga swasta rutin menyediakan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa yang memenuhi persyaratan tertentu.
Beberapa program yang cukup dikenal antara lain:
Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.