Juru bicara itu mengatakan tindakan militer Iran “hanya menargetkan pangkalan, fasilitas, dan lokasi yang digunakan oleh Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap Iran, termasuk fasilitas logistik dan pendukung.”
Namun, ia juga memberikan peringatan keras bagi negara mana pun yang memberi ruang bagi militer Paman Sam untuk menggempur wilayahnya.
“Setiap wilayah atau bagian dari negara mana pun yang digunakan untuk menyerang Republik Islam Iran, secara umum, akan menjadi sasaran tindakan pertahanan Iran,” tambahnya.
Peringatan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington setelah AS melancarkan serangan terhadap target militer dan infrastruktur di seluruh Iran sebagai tanggapan atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Sebagai balasan, Iran telah membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan fasilitas militer AS di negara-negara regional, sambil menuduh Washington berulang kali melanggar kesepahaman 17 Juni. Merespons ketegangan yang tak kunjung usai ini, Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan memorandum tersebut “sudah berakhir.”