Hubungan AS-Iran Memasuki Fase Krisis: Teheran Tegaskan Tak Akan Hormati Kewajiban Memorandum

fin.co.id - 13/07/2026, 18:59 WIB

Hubungan AS-Iran Memasuki Fase Krisis: Teheran Tegaskan Tak Akan Hormati Kewajiban Memorandum

Teheran tegaskan tak akan penuhi komitmen memorandum selama Washington terus melanggar aturan.

fin.co.id - Ketegangan diplomatik antara Teheran dan Washington kian meningkat. Pemerintah Iran menyatakan pada Senin, 13 Juli 2026, bahwa mereka tidak akan memenuhi kewajibannya berdasarkan memorandum kesepahaman yang dimediasi Pakistan dengan AS, selama Washington terus melanggar komitmennya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei mengatakan dalam konferensi pers, bahwa posisi Teheran tetap berdasarkan prinsip "komitmen sebagai imbalan atas komitmen." Prinsip ini menjadi harga mati bagi Iran dalam menanggapi sikap politik Amerika Serikat.

"Kami telah mengatakan sejak awal bahwa ini adalah masalah 'komitmen sebagai imbalan atas komitmen.' Jika pihak lain (AS) mematuhi komitmennya, kami juga akan memenuhi komitmen kami," kata Baqaei dalam komentarnya yang dikutip oleh kantor berita semi-resmi Tasnim.

Iran Sebut AS Langgar Kesepahaman dengan Berbagai Dalih

Pihak Teheran merasa tidak ada alasan bagi mereka untuk tetap bertahan pada poin-poin kesepakatan lama apabila pihak lawan terus berbuat culas. Baqaei menegaskan bahwa rekam jejak negaranya selalu terdokumentasi dengan baik dalam mematuhi aturan internasional.

"Tidak ada yang dapat menuduh Republik Islam Iran melanggar perjanjian. Dalam semua kasus, kewajiban kami dan pihak lain jelas dan dapat didokumentasikan," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menuduh Washington "melanggar berbagai bagian" memorandum "dengan dalih yang berbeda." Akibat tindakan sepihak dari Amerika Serikat ini, nasib kesepakatan bilateral yang telah terbangun kini berada di ujung tanduk.

“Selama pihak lain terus melanggar komitmennya, Republik Islam Iran, pada gilirannya, akan menahan diri untuk tidak memenuhi kewajiban yang telah diikrarkannya,” katanya, memperingatkan bahwa nota kesepahaman telah memasuki “fase krisis.”

Jalur Diplomasi Tetap Terbuka di Tengah Eskalasi Militer

Meskipun situasi di lapangan terus memanas akibat kontak senjata, Iran mengaku tidak sepenuhnya menutup pintu komunikasi. Baqaei mengatakan diplomasi tetap menjadi “alat yang tersedia” meskipun terjadi eskalasi militer.

“Diplomasi adalah instrumen yang tidak pernah berhenti. Kami akan menggunakan segala cara untuk melindungi kepentingan nasional kami,” katanya, menambahkan bahwa tugas para mediator adalah melanjutkan upaya mereka untuk mencegah eskalasi ketegangan.

Untuk meredam konflik agar tidak meluas, Iran terus membangun komunikasi dengan para negara penghubung. Ia mengatakan Iran telah mengadakan pertemuan dengan pejabat Qatar dan Oman dalam beberapa hari terakhir dan tetap berhubungan dengan Pakistan.

Klaim Hanya Targetkan Fasilitas Militer Amerika Serikat

Di tengah kekhawatiran negara-negara Teluk, Baqaei mengklaim bahwa Teheran tidak melakukan serangan terhadap negara-negara tetangga demi menjaga hubungan regional.

“Kami belum menyerang negara mana pun di kawasan ini, dan kami tidak akan menyerang mereka,” katanya.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID